*** “Apa yang harus aku jelasin, Pa?” Alih-alih menjawab pertanyaan yang Renan lontarkan, Sean justru balik bertanya dengan raut wajah yang cukup tenang. Sempat terkejut setelah sang papa tiba-tiba menunjukan fotonya dengan Isyana, Sean sigap mengendalikan ekspresi setelah sadar maksud dan tujuan Renan. Dalam waktu yang singkat, otaknya juga berhasil mencerna apa yang dilakukan Renan di belakangnya, sehingga tidak terjebak dan membuat sang papa merasa janggal, Sean dengan sigap mengimbangi Renan. “Ya foto ini,” ucap Renan sambil mengetuk tiga lembar foto di meja menggunakan telunjuknya. “Seperti yang kamu lihat, di sini kamu enggak kelihatan baik sama Isyana. Padahal, kalian pengantin baru. Enggak sembunyiin sesuatu dari Papa, kan?” Sempat menebak jika yang akan dibicarakan Renan adal

