*** Dihubungi pihak rumah sakit kemudian diberitahu tentang kondisi sang ibu, Isyana rasanya ingin pingsan. Sempat blank saking kagetnya, Isyana coba mewaraskan diri lalu menghubungi Sean untuk memberitahukan kabar yang didapat sekaligus meminta izin pergi ke rumah sakit. Karena tidak ada cinta diantara mereka, Isyana pikir Sean akan membiarkannya pergi sendirian. Namun, dugaan dia salah karena pria itu menemaninya—bahkan tanpa ragu berbohong pada Renan, dengan berkata jika teman baik Isyana mengalami kecelakaan. “Jangan ngelamun,” ucap Sean—membuat Isyana yang semula memandangi jalanan, menoleh dengan kedua mata yang basah. “Mendingan doain ibu kamu biar dikasih keajaiban. Kita enggak tahu sebesar apa anugerah yang bisa Tuhan kasih.” “Saya takut, Pak,” ucap Isyana dengan suara yang be

