Bagian Empat Puluh Dua

1263 Words

*** “Mas Sean?” Barusaja beringsut setelah sebelumnya terbangun dari tidur, Isyana dibuat kaget setelah di bagian kiri kasur king size yang dia tempati, Sean berbaring dengan kedua mata terpejam. Entah kapan pria itu pulang, Isyana tidak tahu karena semalam—tepat setelah mandi kemudian makan malam, dia terlelap begitu saja di sofa kamar. “Baru jam lima,” ucap Isyana, setelah sebelumnya menoleh ke arah jam dinding kamar. “Langsung mandi apa tidur lagi ya?” Tidak ada jawaban untuk pertanyaan yang dia lontarkan, suasana kamar hening. Sekali lagi, Isyana menoleh pada Sean yang masih cukup tenang tertidur. Tidak memakai pakaian keluar, pria itu mengenakan piyama tidur seperti biasa. “Semalam aku dipindahin sama Mas Sean atau pindah sendiri ya?” tanya Isyana lagi, pada dirinya sendiri. “Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD