*** “Bagaimana? Ada yang mau kamu jelaskan?” Dengan raut wajah santai pun senyuman tipis terukir di bibir, Renan bertanya demikian persis setelah Sean selesai mendengarkan rekaman di ponsel miliknya. Tidak ada jawaban, yang dilakukan sang putra justru diam—membuat Atlanna yang jauh dari kata santai, ikut buka suara. “Kenapa diam?” tanya perempuan itu pada sang putra. “Bingung mau jelasin apa? Iya?” Kembali dipanggil menghadap kedua orang tuanya, Sean cukup terkejut setelah mendengar sebuah rekaman di ponsel milik Renan. Bukan sekadar obrolan, di rekaman tersebut dia mendengar perbincangan Cinta dengan seorang pria. Seperti diwawancara, sahabat Isyana itu ditanya banyak hal tentang Isyana, dan tidak ada kebohongan, Cinta memberikan jawaban jujur—membuat sandiwara Sean dan Isyana jelas t

