*** “Jelasin semuanya ke saya sekarang.” Isyana yang duduk dengan kepala menunduk, menoleh dengan hati-hati setelah kalimat perintah tersebut dia dapatkan dari pria di samping kirinya. Bukan Panji, pria tersebut adalah Sean. Tidak sadar diikuti sang suami, beberapa waktu lalu Isyana mendapati pria itu di depan lift. Tak bisa mengelak lagi karena Sean pasti mendengar semua yang dibicarakan, Isyana pasrah. Tidak melakukan perlawanan saat diajak ke unit, dia manut saja pada apa yang diperintahkan suaminya itu. “Mas dengar yang bagian mana aja?” tanya Isyana. “Nanti saya tinggal jawab apa yang belum Mas tahu.” “Saya dengar dari awal sampai akhir, tapi saya butuh cerita lengkap dari kamu,” ucap Sean dengan raut wajah yang begitu serius. “Jadi sekarang ayo jelaskan semuanya pada saya.” Isy

