*** “Kamu kenapa? Saya perhatiin, kamu kaya lagi banyak pikiran. Ada sesuatu yang mengganggukah?” Menyantap makan malam dengan pikiran yang ke mana-mana, Isyana sedikit tersentak setelah pertanyaan tersebut tiba-tiba dilontarkan Sean yang duduk persis di depannya. Tidak ada konflik seperti semalam, Isyana dan Sean sudah kembali biasa, sehingga setelah sebelumnya tak makan malam bersama, hari ini Isyana kembali memasak untuk suaminya itu dan menikmati makanan bersama di dapur apartemen. “Enggak kenapa-kenapa,” jawab Isyana sambil tersenyum tipis. “Cuman lagi ngerasa-rasa masakan aja. Kaya ada yang kurang, tapi enggak tahu apa.” Jawaban Isyana jujur? Jawabannya tentu saja tidak, karena faktanya sejak tadi dia memang sedang sibuk memikirkan sesuatu. Bukan hal sepele, yang Isyana pikirkan

