51

1530 Words

"Lo mau kan pindah sama gua nanti kalo gua beli rumah? Sama Rio juga. Daripada selamanya tinggal di kontrakan itu dan harus mikirin biaya sewanya tiap tahun." Ujar Dirga kepada Lara karena memang kontrakan itu di bayar setiap setahun sekali. Lara menatap ke arah Dirga yang tengah menyesap rokoknya itu, Dirga memang sudah selesai makan tadi. "Kenapa Lo yakin banget bisa beli rumah? Terus juga kenapa Lo mau bawa gua sama Papa tinggal sama Lo?" Tanya Lara kepada Dirga kali ini. "Karena gua bakalan menangis pertandingan nanti dan besok. Kalo di kumpulin bisa buat beli rumah. Ya karena itu harus, Lo sama Rio kan orang terdekat gua, Rio juga udah gua anggap kayak Abang gua. Gua ga mau tinggal sendiri juga." Ujar Dirga kepada Lara dan Lara menatapnya lagi. "Lo kayaknya deket banget ya sama Pap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD