50

1050 Words

Malam akhirnya datang, pukul delapan malam Lara sudah bersiap untuk pergi karena nanti juga dirinya akan makan lebih dahulu dengan Dirga. Ia sudah lapar jadinya ia ingin cepat-cepat pergi dari rumahnya ini. Lara tidak tahu kenapa dan bagaimana bisa tapi yang pasti ia merasa bahwa setelah pertemuannya dengan Dirga rasanya dunianya menjadi lebih berwarna. Sama ketika ia bertemu dengan Duka dan Fajar. Jika Duka membuat dirinya merasa masih perlu bertahan di dunia yang kejam ini, Fajar merupakan penawar bagi Lara. Penawar dari segala luka yang ada. Bersama dengan Fajar, Lara merasa tenangz aman dan juga nyaman. Berbeda dengan Dirga yang lebih ke membuat dirinya kian berwarna. Tak hanya hitam dan putih saja sekarang, tapi warna-warni lain sudah menghias hidup Lara. Lara tentu saja sangat bahag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD