Beberapa waktu lalu seluruh keluarga Barathawardana kalang kabut mencari keberadaan Sadewa. Alhasil, Nakula menemukannya di kediaman Zivaa, tengah duduk termenung diatas kursi bar sambil meneguk bir kaleng non alkohol. “Gue udah tebak, lo pasti disini.” Sadewa menoleh ke belakang dan mendapati adik sepupunya menghampiri. Suara air mengalir di tenggorokan berbunyi lantang. Disaat yang sama Sadewa meneguk sampai habis minuman kaleng di tangan. “Ada masalah apa, Bro?” Nakula bersandar di bibir meja lalu menghadap ke arah sepupunya. Melihat raut wajah tak karuan serta diliputi kesedihan. Nakula jadi merasa iba. Sadewa mengangkat bahu sambil menggeleng pelan. Ia tertunduk, memainkan kaleng itu. Tak lama, jemarinya meremas kaleng tersebut hingga tak berbentuk. “Oma tahu kalau gue udah

