MERASA BERSALAH

1467 Words

Sadewa melangkahkan kakinya tergesa-gesa. Menyusuri koridor ruang perawatan lalu turun menggunakan lift. Ia tak tahu kalau sang ayah sedang berusaha mengejar. Tiba di lobi, Sadewa berpapasan dengan Bhumi yang baru selesai mengurus administrasi. “Gue pinjam kunci mobil,” pinta Sadewa. Auranya sangat dingin. “Ma-mau kemana?” “Pergi sebentar. Mana kunci mobil!” Tangan kanan Sadewa sudah menengadah, namun Bhumi tampak mempertimbangkan. Berulang kali ia memandangi wajah sahabatnya serta telapak tangan yang bergetar. “Lo yakin mau pergi sendiri?” Sadewa tak menjawab. Ia hanya menatap dengan sorot mata mematikan. Mau tak mau, Bhumi pun menuruti ingin Sadewa. Setelah kunci lolos dari saku celana, Sadewa langsung merampas tanpa berkata apa-apa. “Hati-hati, Man!” Tak sanggup menahan, B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD