SALAH PAHAM

1289 Words

Sadewa melirik ke arah tumpukan foto di atas meja dan melihat sosok dirinya bersama seorang perempuan di sebuah bar. Entah siapa yang berani memprovokasi dan bagaimana bisa foto-foto itu sampai ke tangan neneknya? Sadewa menelan ludah diam-diam. “Gadis tadi … yang ada dalam foto ini ‘kan?” Zivaa memberi penekanan atas pertanyaannya. Sadewa pun terdiam. Ia tak bisa mengelak. Tebakan Zivaa memang benar. Akan tetapi pertemuan malam itu sungguh tak disengaja. Bahkan ia sendiri tidak pernah menyangka akan dipertemukan kembali di perusahaannya. “Jawab Oma, Sayang …,” pinta Zivaa. Meski ia tegas dalam mendidik cucu-cucunya, Zivaa tetap menyayangi mereka. Terlepas itu anak-anak dari Rama ataupun Arjuna. Zivaa tak pernah membeda-bedakannya. “I-iya, Oma.” Jawaban itu membuat bahu Zivaa lu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD