“Rinjani!!!!” Suara pekikan langsung menggema seantero kantor. Tak ayal membuat seluruh pasang mata yang ada di bawah, langsung memandang ruang berdinding kaca. “Ada apa?” “Kenapa Pak Sadewa tiba-tiba teriak?” Danny dan Melisa terlihat penasaran. Sementara Dila yang sejak tadi merasa waspada hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Kalau saja ia tahu akan terjadi hal buruk seperti ini, mungkin dirinya tak akan membuat Rinjani masuk ke kandang harimau. “See … feeling gue bener, ‘kan?” “Feeling apaan?” tanya Danny yang tak paham dengan ucapan sahabatnya. “Pasti bakal ada adegan yang buat Pak Sadewa naik darah.” Dengan tatapan kosong, Dila menggelengkan kepala. Setelahnya, bahu Dila luruh dibersamai nafas berhembus. “Anak itu memang anti mainstream banget sih. Ingat nggak, perta

