Aku mengerjapkan mataku perlahan sebelum merasakan gejolak luar biasa diperutku yang membuatku melompat dan berlari seperti orang kesetanan kekamar mandi. Morning sicknes! "Mou! Kau sudah bangun? Aku ingin- Amoura!" Tidak perlu menoleh untuk tahu siapa pemilik suara yang kini menjerit jerit seperti orang gila dikamar Revan. Dia benar benar. "Aku paanggil Revan." Aku mencengkram pinggiran wastafel makin kuat merasakan perutku kembali bergejolak hingga membuat kedua mataku berair. "Amoura!" Jemari panjang itu menyentuh tengkukku, mengumpulkan rambutku yang berantakan kesamping sebelum menangkap tubuhku yang tiba tiba limbung. Brengsek! Kenapa tubuhku selemas ini? "Aku ambilkan minyak." Ara tergesah gesah meninggalkan kamar dengan Revan yang membantuku duduk ditem

