** Nafasku memburu saat melihat begitu banyak mobil dan orang orang yang terlihat mengerikan keluar dari sana, menelan ludah susah oayah menyadari apa saja yang tidak berbiat mereka sembunyikan dibalik bajunya. Disana. Revan dan seseorang yang entah siapa sedang berdiri membelakangiku entah membicarakan apa dengan Victor. "Apa yang kau lakukan Amora?" Aku tersentak saat seseorang menarikku, Alan dengan tatapan membunuhnya dan Yeremi seperti biasa dengan tatapan jenakanya. "A-aku-" "Kau mau mati, hah!?" Teriakan Alan membuat Revan akhirnya menoleh kearahku, ekspresinya mengeras saat menyadariku yang tidak bersama Ara. "Amoura!" "Revan." Aku menelan salivaku susah payah, aku bahkan tidak menyadari Yeremi yang membuka mantelnya dan menyampirkan mantel hanga

