Part 20

1020 Words

**        Aku melenguh pelan menggigitt bibirku dengan kuat saat Revan menekan pusat tubuhnya lebih dalam. Aku takut. Sangat takut. Tapi aku menginginkannya. Hingga akhirnya aku memilih menyerah dan membiarkan pria yang masih begitu abu abu dimataku mengambil alih segalanya. Bagaimana mata mata biru lautannya yang menggelap ditutupi kabut gairah dan penuh kenikmatan  saat menatapku. Aku merasa dipuja. Di inginkan. Dicintai. Bolehkah aku berharap? "Revan.." Aku kembali mendesah beradu menjadi satu dengan erangan kenikmatan Revan setiap ia menggerakakn dirinya didalamku. Aku menyukainya saat lengan kokoh itu merengkuh tubuhku, bagaimana hembusan nafasnya yang membelai tubuhku atau bagaimana rahang tegas itu mengeras saat mencoba menahan dirinya. Memperlakukanku bagaikan kaca ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD