Bara

1581 Words

“Apa kamu yakin mau pergi ke kampus? Apa sudah baik-baik saja? Padahal sudah ada orang yang mengurus keperluanmu. Kamu cukup menunggu saja di rumah.” Aku sudah siap pergi ke kampus dengan pakain yang rapi. Beberapa barang yang dibutuhkan sudah tersimpan rapi pula di dalam tas. Aku meminta izin kepada Mas Daffin. Biasanya ia akan mengantarku jika berpamitan seperti ini. Sekarang malah ia seolah enggan mengantarku pergi. “Aku juga harus hadir dong, Mas. Masa di rumah terus,” protesku. “Kamu ini, dibuat gampang malah nggak mau.” “Mau antar atau nggak? Kalau nggak bisa, aku bisa berangkat sendiri.” Tidak ingin membuang waktu percuma, aku langsung berbicara pada intinya. Denting jam tidak akan menungguku, justru akan meninggalkan semakin jauh. “Ck! Anak ini. Ya sudah, ayo, berangkat. Ngga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD