Video

1545 Words

“Siapa, Ren?” tanya Mas Daffin sambil melihatku sekilas. “Nggak tau, nomor baru.” “Nomor baru lagi? Jangan-jangan seperti kemarin, laki-laki lagi yang menghubungimu. Omongin tuh teman-temanmu biar nggak nyebarin WA-mu kesembarang orang. Aku nggak mau tau, awas saja kalau genit-genit lagi sama laki-laki lain.” Sorot matanya tetap fokus ke depan. Aku melihat wajahnya kembali memerah. Ia malu atau justru sedang marah kepadaku? Laki-laki ini memang sikapnya selalu berubah-ubah. Terkadang heran juga. “Nggaklah, genit-genit apaan sih? Namanya kuliah, wajarlah kalau ada teman laki-laki yang bertanya lewat WA. Nggak usah berpikir terlalu jauh. Aku nggak mungkin macam-macam. Disentuh suami sendiri saja hampir pingsan.” “Ya … namanya juga khawatir. Aku ngomong sebelum terjadi sesuatu yang buruk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD