Lepas!

1469 Words

Tentu saja aku terkejut melihat Mama Rita ada di mall ini. Ia ditemani oleh anak kesayangannya, Mbak Tisa. Mereka sering sekali berbelanja. Namun, aku tidak menyangka mereka akan datang ke tempat ini juga. Kebetulan yang sangat menyebalkan. “Iya, Ma, kebetulan banget.” Meski di dalam hati ini menyimpan perasaan kurang nyaman terhadap mereka, aku tetap menyalaminya sebagai bentuk kesopananku sebagai anak tirinya. “Iya, kebetulan sekali. Kalian mau belanja apa? Ayo sekalian kita barengan biar tambah ramai. Boleh kan, Mas Daffin?” Perkataan yang diselingi oleh senyuman itu sungguh memuakan. Keduanya sangat pintar berakting. Sangat manis kepada seseorang saat ada maunya saja. Jika sudah tidak dibutuhkan, mereka tidak segan-segan membuang seseorang tersebut dengan lagaknya yang angkuh. Seri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD