11

1325 Words
Keesokan harinya...   Greisy tak bisa diam saja seperti ini. Dia memutuskan untuk pergi dari Rico walau apapun resikonya. Rasa kecewa dan sakit hati perbuatan ibu nya membuat Greisy ini meninggalkan keluarganya, sudah cukup dia tersiksa lahir dan batin dibuat Rico sekarang malah ibu nya sama sekali tidak memikirkan perasaannya.   Greisy memberesakan semua keperluannya, hanya membawa yang penting penting saja. Tabungannya sudah cukup untuk bekal dia selama setahun. Greisy memeriksa keadaan diluar kamar, memastikan Rico tak ada dirumah. Saat dia merasa sudah aman Greisy membawa tas nya, baru beberapa langkah dia menuju pintu keluar.   "Mau kemana kau Esy?" Suara Rico mengejutkan Greisy. Greisy diam terpaku, suara Rico bagaikan kutukan untuk dirinya. "Aku bertanya Esy, mau kau mau kemana?" Rico bersuara lebih kencang. Rico mendekati Greisy, memegang wajahnya sudah memucat. "Kau ingin kabur Esy? Kabur dengan lelaki selingkuhannya yang seorang Miller itu? Hahaha" Rico tertawa dengan mengerikan. "Ini tak ada hubungannya dengan Rendal" jawab Greisy tegas.   "Plak"   Satu pukulan sudah diterima Greisy di pipinya, Greisy tersenyum tak menunjukan wajah kesakitan.   "Kau beraninya cuman sama perempuan" Greisy berteriak dengan kencang. "Kau mencintai Rendal Miller?" "Ya. Aku mencintai Rendal Miller?"   "Plak, plak"   Rico kembali menampar Greisy dan Greisy hanya tersenyum lagi, melihat reaksi Greisy yang seperti meremehkannya Rico semakin emosi, hatinya sangat sakit. Dia tak bisa melepaskan Greisy begitu saja, dia memang mencintai Greisy.   Pukulan demi pukulan di dapatkan Greisy, Rico mencekik leher Greisy, Greisy merasakan sesak dia tak dapat bernapas. Disaat masa kritisnya, yang dia pikirkan hanya Rendal, wajah Rendal yang tersenyum membuat Greisy berharap Rendal datang menolongnya. Tubuh Greisy meremang, dia tak sanggup lagi bertahan, dia tak sadarkan diri. Rico hanya melihat Greisy dengan tatapan jijik, dia tak suka Greisy melawan dirinya.   ********   Greisy membuka matanya, dia terbangun diruangan putih bersih...   "Dimana aku" suara Greisy terdengar begitu lemah. "Kau sudah bangun Gege, yaa Tuhan syukurlah Gege" Greisy melihat Rendal, kenapa Rendal berada disini. Apakah dia bermimpi bertemu Rendal? Dimana ini? Apa dia dirumah sakit? Begitu banyak pertanyaan diberada di kepala Greisy. "Kekenapa?" "Sudahlah sayang... istirahatlah, aku akan panggil dokter dulu"   Greisy hanya diam, dia bingung. Bukannya tadi dia berada dirumah dan dipukuli Rico tapi kenapa sekarang dia dirumah sakit dan bersama Rendal? Dimana Rico?   Dokter memasuki ruangan, memeriksa Greisy.   "Syukurlah keadaan istri anda dan kandungannya baik baik saja" kata dokter pada Greisy dan Rendal.   Greisy tak percaya apa yang terjadi padanya, dia hamil? Akhirnya dia bisa hamil setelah 5 tahun dia hamil juga.   "Aku.. hamil. Aku hamil" Greisy menangis memegang perutnya yang masih rata dan melihat Rendal. "Aku akan selalu berada disampingmu" Rendal tersenyum pada Greisy. "Rendal..." "Aku sudah tau siapa kamu Gege. Bercerailah dengan Rico, aku akan menikahimu" Rendal melihat Greisy dengan tatapan penuh cinta. "A--aku...maafkan aku Rendal... maafkan aku" Greisy menangis, Rendal memeluknya dengan kasih sayang.   Greisy bahagia sekaligus sedih, dia hamil dengan Rendal lelaki yang dia cintai tapi dimana Rico, apa yang terjadi pada Rico.   "Tapi dimana Rico. Terakhir kali dia memukuliku dan aku tak bisa bernapas" Greisy kebingungan dengan apa yang terjadi. "Rico sudah ku aman kan, jika kamu mau aku akan menyingkirkannya dengan mudah" Rendal menatap Greisy lagi. "Tapi Rico tak semudah itu disingkirkan Rendal, Rico juga tida bisa di anggap remeh" "Demimu dan buah hati kita apapun akan ku lakukan, aku tak ingin kehilanganmu Gege" Rendal melihat Greisy.   Greisy dan Rendal saling berpelukan, Greisy merasa sangat lelah dengan semua masalah yang ada. Dia memutuskan untuk memilih Rendal, melupakan sejenak keluarganya dia juga harus bahagia bukan hanya orang lain. Apa lagi sekarang ada buah cinta dia dan rendal dikandungan Greisy, Greisy harus bersama Rendal demi anak yang dikandungnya.   *******   Rico berada diruang bawah tanah di rumah Rendal. Rendal sengaja membawa Rico kesana untuk membalas semua perbuatan Rico pada wanita yang dia cintai.   Flashback   "Tuan Rendal saya sudah mendapatkan informasi tentang nona Gresiy Salvator. Dia sudah menikah dengan Rico Orlando, pengusaha yang perusahaannya sedang mengalami krisis keuangan. Menurut informasi dari yang saya terima Rico Orlando mengalami difungsi seksual dan tak bisa memberikan keturunan" kata Informan Rendal. "Lalu apa lagi?" "Nona Greisy berasal sederhana, orang tuanya membuka usaha percetakan dan sebagian besar orderan dari perusahaan Rico Orlando. Ayah nona Greisy mengalami sakit jantung dan keuangan mereka sebagian besar dibantu Rico Orlando"   Rendal tak percaya dia menjalin hubungan dengan wanita yang sudah menikah. Rendal segera menemui Greisy meminta penjelasan pada Greisy.   "Siapkan beberapa orang, aku mau ke rumah Rico Orlando" kata Rendal dengan tegas.   Rendal sudah berada didepan rumah Rico bersama 4 orang bodyguard. Rendal merasa ragu untuk masuk ke dalam rumah tersebut tapi dia mendengar suara teriakan Greisy, dia menyuruh bodyguardnya memdobrak pintu rumah, saat pintu terbuka disana dia melihat Greisy dengan keadaan yang mengenaskan. Wajahnya memar biru, Rico mencekik leher Greisy, Greisy menutup matanya membuat Rendal panik. Rendal memukuli Rico tanpa ampun.   "Hahaha kau mau bekasku? Perempuan sampah itu hahaha" Rico terawa meringis dengan keadaan yang tak kalah mengenaskan. Rendal kembali memukuli Rico sampai tak sadarkan diri.   "Urus laki laki itu, aku akan bawa Greisy kerumah sakit" Rendal memberi perintah pada bodyguardnya. Rendal menggendong Greisy, membawanya kerumah sakit.   Flashback Off   Rendal sudah berada di depan Rico.   "Ceraikan Greisy," ujar Rendal dengan dingin. "Tidak. Aku tak akan pernah menceraikan Greisy apapun alasannya," jawab Rico mengejek Rendal. "Kalau kau tak mau menceraikan Greisy, liat saja apa yang akan aku lakukan pada perusahanmu dan rahasia yang kau simpan selama ini" ucap Rendal mengancam Rico.   Rico hanya diam, dia sangat mencintai Greisy tapi dia mengenal siapa Rendal dan bagaimana dengan usaha Rendal. Rendal pasti dengan sangat mudah menghancurkan perusahaannya.   "Berikan dia pelajaran lagi kalau dia tak mau menuruti keinginanku buat dia mati seakan kecelakaan" ujar Rendal pada bodyguardnya dan akan pergi dari ruang bawah tanah. Rico menjadi panik, dia tak ingin mati begitu saja.   "Semua tidak gratis tuan Rendal" Rendal tersenyum saat mendengarkan permintaan dan syarat dari Rico untuk menceraikan Greisy. Permintaan yang tak sulit, dia juga akan bisa menikahi Greisy. Rendal juga sudah merencanakan segala sesuatunya, khawatir Rico akan memutar balikan hal yang sebenarnya.   Rico sudah kembali kerumahnya, rumahnya yang dulu bahagia saat bersama Greisy sekarang berbeda. Seandainya dulu dia tidak begitu egois dengan memaksa Greisy mencari pria lain tentu saja semua keadaan akan berbeda. Dulu Greisy walau tau kekurangan dia tapi tetap setia bersama dirinya. Rico duduk sendiri merenungi segalanya dia teringat janjinya akan menceraikan Greisy dengan syarat Rendal harus memberikan dia sejumlah uang untuk dia membuka perusahaan lain, Rico tak mau meneruskan perusahaan dari ayahnya yang sedang diambang kehancuran karena krisis keuangan. Biarlah Marco adik lelakinya yang meneruskan perusahaan yang tidak ada harapannya lagi. Dia meratapi keadaannya yang seperti sekarang. Sendirian, sepi tanpa Greisy wanita yang sangat dia cintai.   Pintu bel rumah Rico ada yang menekannya dia beranjak dari kursinya menuju pintu. Disana sudah ada Anita dan Elia ibunya. Rico merasa kesal sendiri melihat Anita, wanita tak tau malu pilihan ibunya.   "Mama ada apa kemari?" "Jadi kau tidak senang mama berkunjung kesini" "Bukan seperti itu ma, aku sedang banyak masalah" "Jadi kau tak mau menginjikan mama dan Anita masuk kedalam nih" "Ooh maafkan aku ma, silahkan masuk"   Elia dan Anita masuk dalam rumah Rico.   "Mana perempuan mandul itu?" "Ma cukup. Aku dan Greisy akan bercerai. Sudah cukup ma" Rico berkata dengan wajah tak suka, dia sensitif dengan kata kata mandul. "Baguslah... kau memang anak yang berbakti lebih memilih mama dari pada perempuan mandul itu" Elia sangat senang dengan perceraian Rico dan Greisy. "Terserah mama. Aku mau ke kamar dulu, aku lelah" Rico beranjak ke kamarnya dan Anita mengikutinya. "Ngapain kamu mengikutiku" Rico tak suka dengan Anita. "Aku hanya ingin melayanimu Rico" ujar Anita dengan menggoda Rico. "Kau boleh kemana saja asal bukan ke kamarku" "Rico biarkan Anita melayanimu supaya mama cepat punya cucu" kata Elia. "Ma... aku mohon biarkan aku bercerai dengan Greisy secara baik baik setelah itu terserah pada mama" ujar Rico menahan emosinya.   Rico masuk kekamarnya dengan cepat dan menguncinya. Dia hanya ingin sendirian sekarang kepalannya sudah pusing dengan pikiriannya tak ingin bertambah dengan hadirnya Anita lagi.   Elia dan Anita tertawa dengan bahagia diruang tamu. Anita tersenyum rencananya menjadi nyonya di keluarga Orlando akan berjalan dengan lancar tanpa dia perlu bersusah payah. Elia sangat bahagia sebentar lagi Greisy si benalu akan pergi dari kehidupan Rico dan dia akan segera menimang cucu dari Anita dan Rico. Greisy memang tak layak untuk putranya dan jadi menantu keluarga Orlando. Elia tidak mengetahui tentang perusahaan yang sedang diambang kehancuran. Walau Marco anaknya juga tapi dia lebih menyayangi Rico. Marco bukan anak yang penurut dan bisa dia kontrol seperti Rico.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD