10

960 Words
Greisy dan Rendal sudah berada di dalam mobil Rendal. Rendal melajukan mbilnya dengan secepat mungkin menjauh dari pusat berbelanjaan.    "Rendal kita mau kemana?" tanya Greisy. "Kita ke apartemen ku, aku ingin berbicara denganmu dengan serius," Greisy menarik dan menghembuskan napasnya, sepertinya dia harus mengatakan hal yang sebenarnya pada Rendal. tidak peduli apapun resikonya. Rendal dan Greisy sudah berada di aparatemen Rndal.   "Siapa kamu sebenarnya? Luna atau Greisy?" tanya Rendal  "Aku Greisy Salvator dan nama Luna hanya nama pena ku untuk redaksi" "Mari kita berkenal lagi, aku tak pernah mengenal dengan wanita bernama Greisy Salvator. Aku hanya mengenal Luna"  "Saya Greisy Salvator, Mr. Miller" Greisy mengulurkan tangannya pada Rendal. "Saya Rendal Miller, Miss Salvator" Rendal menjabat tangan Greisy. Mereka kembali saling diam tak bersuara lagi, Greisy bingung harus berkata apa lagi pada Rendal.     "Rendal aku akan mengatakan siapa diriku. Aku harap kamu tidak kecewa, setelah aku mengatakan semuanya aku tidak mengharapkan kamu untuk percaya dan tidak berharap kamu untuk menerimanya. Karena semua kesalahanku." Greisy melihat Rendal.  "Aku..."  "Cukup. Jangan mengatakan apapun" Rendal memotong perkataan Greisy. "Tidak Rendal, aku akan mengatakan hal ini padamu. Kamu harus mendengarnya sekarang bukan nanti atau dari orang lain"  "Apakah ada resikonya jika kamu mengatakan siapa sebenarnya kamu?" tanya Rndal. "Aku tidak tau sebelum aku mengatakan hal ini padamu," "Stop!! aku tidak ingin medengarkan apapun tentangmu... sudah cukup kamu bersama ku sekarang," ujar Rendal dengan serius melihat Greisy. "Rendal please..." Greisy melihat Rendal dengan perasaan yang tak biasa, dia ingin bersama Rendal tapi bagaimana dengan kedua orang tuanya. Jika tidak ada bantuan dari Rico, bagaimana nasib percetakan ayahnya. Walau menjalankan usaha sendiri tapi beberapa client besar dari recommendasi Rico. Greisy bingung jika memilih Rendal keuangan keluarganya jadi taruhan dan bila tetap bersama Rico dirinya lah yang jadi korban.   "Aku tau aku tampan, kau tak usah terlalu melihatku sampai seperti itu Gege" ujar Rendal. Greisy merasa aneh dengan panggilan Rendal padanya Gege. "Haha karena wajahmu tampan aku jadi tak bosan bosan melihatmu. Gege kenapa memanggilku Gege" "Aku belepotan memanggilmu Greisy, lebih enak Gege" Rendal bangun melihat wajah Greisy "Kamu sangat cantik dan aku rela melakukan apapun untukmu tapi sebelum aku mati, aku ingin menikmati tubuhmu yang membuatku ketagihan."   Greisy tertawa, apakah hubungan mereka hanya dilandasi unsur kenikmatan seksual saja. Jika memang seperti itu Greisy pun rela mati demi Rendal walau sebelum mati dia ingin mendapatkan kenikmatan.   ******   Sudah 2 hari Greisy bersama Rendal. Mereka menghabiskan waktu bersama, berbelanja bersama, membeli pakaian couple seperti pasangan muda yang sedang jatuh cinta. Mereka sangat bahagia seperti tak ada masalah apapun. Seakan hidup didunia ini hanya mereka berdua tak memikirkan orang lain.   Seperti malam kemarin Greisy tidur dipelukan Rendal, pelukan hangat dan membuai Greisy. Tubuh Rendal bagaikan pahatan patung yang terbentuk sempurna. Begitu indahnya ciptaan milik sang kuasa. Greisy meneteskan air matanya, dia tak yakin kehidupannya dengan Rendal. Begitu banyak yang akan terluka jika dia egois. Entah bagaimana kehidupannya dan Rendal kedepannya? Greisy tak bisa menjawabnya karena dia pun tak tau jawabannya.   Dering ponsel mengagetkan Greisy.   "Esy kamu dimana? Kamu pulang ga sekarang!!" Suara Rico terdengar sangat marah di ujung telepon. "Aku tidak akan pulang," jawab Greisy. "Jika itu keinginanmu, aku akan memberitahukan ayahmu biar ayahmu makin sakit dan mati mengenaskan hahaha." Ancam Rico. "Baiklah aku akan pulang!!! Jangan ganggu keluargaku."   Greisy melihat Rendal yang masih tidur dengan nyenyak diranjang, rasanya tak rela dia harus meninggalkan Rendal. Greisy meninggalkan sebuah pesan pada Rendal.   "Maaf aku harus pergi..."   ******** Greisy memasuki rumah yang sangat dia benci, disana sudah ada Rico yang menunggunya dengan sangat marah. Keadaan rumah  sangat berantakan, pecahan piring, vas bunga sudah tak beraturan bagaikan kapal pecah rumah mereka sekarang. "Enak pergi bersama pria selingkuhanmu?" tanya Rico dengan pandangan jijik pada Greisy. "Enaklah... dia bisa memanjakanku dan memuaskan aku, beda sama kamu," "Pinter juga kamu mencari pria dari keluarga yang berkuasa dan lebih kaya dariku," ejek Rico. "Tentu dong. Bagaimana menurutmu Rendal Miller? Dia tampan, kaya dan berkuasa tidak ada apa-apa nya dibandingkan kamu hahaha." "Plak" Lagi-lagi Rico menampar pipi Greisy. "Rico... Rico... marah lalu main tampar, menjijikkan,"  "Jalang sepertimu memang harus diperlakukan seperti itu," "Lalu laki-laki macam apa kamu? Menyodorkan istrinya sendiri menjadi jalang. Ooh aku tahu kamu itu cocoknya jadi g***o hahaha," suara tertawa Greisy membahana di rumah tersebut. "Dasar wanita gila!!! Ibumu sudah tahu perselingkuhanmu dan dia sangat marah, sayangnya ayahmu yang penyakitan itu tidak bisa ditinggal jika bisa tentu ibumu akan kesini." Greisy kaget mendengar perkataan Rico kalau ibunya sudah tahu peselingkuhannya dengan Rendal. Dia yakin ibunya pasti sudah dipengaruhi Rico. Tak lama terdengar dering telepon di ponselnya, walau dia belum tahu siapa yang menghubunginya tapi dia yakin itu ibunya. Tebakan Greisy benar, ibunya lah yang menghubunginya. "Hallo bu," jawab Greisy. "Esy... ibu sangat kecewa padamu, bagaimana mungkin kamu mengkhianati suamimu sendiri. Rico suami yang sangat sempurna dan baik padamu, dia membiayai semua pengobatan ayahmu dan kamu malah berselingkuh," "Ibu dengarkan dulu penjelasanku. Rico yang menyuruh aku untuk berselingkuh, dia mandul bu dan aku disuruhnya mencari laki-laki agar aku bisa hamil, dia melakukan itu semua demi kepentingannya pribadi ibu. Ibu aku mohon percayalah padaku," ujar Greisy dengan menangis. "Kamu tega sekali menfitnah suamimu mandul Esy, jangan jadikan itu sebagai alasan. Ibu malu mempunyai anak sepertimu," ucap Siska. "Ibu aku mohon tolong percaya aku," "Esy selesaikan secara baik-baik rumah tanggamu dengan Rico. Dia berkata pada ibu kalau dia menerima dan memaafkan semua kesalahanmu yang sudah mengkhianati cintanya, Rico sangat mencintaimu Esy," "Ibu jangan percaya omongan Rico, dia berbohong padamu bu," "Tidak usah mencari pembenaran sendiri Esy. Kamu selesaikan semua masalahmu, ibu harus tutup telepon dulu. Ayahmu sudah memanggil ibu dan jangan sampai berita perselingkuhanmu ayahmu menjadi tahu. Memohonlah pada Rico agar dia memaafkanmu, ingat Esy kehidupan dan keuangan kita dibantu oleh Rico," ujar Siska lalu memutusakan komunikasi sambungan telepon. Rico yang mendengarkan percakapan Siska dan Greisy tersenyum penuh kemenangan, dia sangat yakin pasti Greisy akan kembali padanya. Dia mencintai Greisy dan tidak akan pernah membiarkan Greisy dengan Rendal Miller.  Greisy mengusap air mata yang jatuh dipipinya. Sekarang dirumah ini seperti neraka,  rumah seharusnya tempat mencari ketenangan tapi dirumah ini bagaikan neraka untuk Greisy. Greisy masuk kamarnya dan menguncinya, Rico juga tak melakukan apapun, hanya keheningan.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD