Greisy terbangun di pagi hari dengan merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dia meraba kepalanya yang terasa sakit. Greisy ingat tadi malam Rico memukulinya lagi dan menyebabkan kepalanya berdarah tap sekarang luka tersebut sudah di bersih dan telah di perban.
"Pasti Rico yang mengobatiku," ujar Greisy pada dirinya sendiri.
Greisy keluar kamar, di sana sudah ada Rico yang tersenyum lembut padanya. Penampilan sangat rapi, dia yakin Rico akan berangkat ke perusahaannya.
"Greisy kamu sangat cantik, aku jatuh cinta padamu saat pertama kali kita bertemu. aku tidak akan pernah menyakiti kamu lagi asal kamu mau menurut padaku. aku mencintaimu Esy." ujar Rico berkata dengan lembut padanya.
Greisy merasa jijik mendengar perkataan Rico, laki-laki itu tidak tahu diri setelah puas memukulinya sekaraang dia malah berkata seperti itu padanya.
"Kamu mandilah dulu, aku akan mengajakmu keluar," kata Rico lagi.
"i--iya" jawab Greisy dengan ketakutan.
Rico merasa sangat sedih dengan reaksi Greisy, dia mencintai Greisy. Andai saja dia pria normal pasti rumah tangganya akan berjalan dengan sempurna. Greisy sangat setia padanya kalau saja dulu dia tidak menyuruh Gresiy untuk mencari laki-laki lain tentu rumah tangganya akan baik-baik saja.
Rico dan Gresiy pergi ke salah satu pusat perbelanjaan, dia memang sengaja membelikan Greisy gaun pesta. Dia ingin membawa Greisy ke salah satu acara pernikahan rekan bisnisnya. Walau Gresiy tidak menginginkan hal tersebnut terpaksa dia menurutin keinginan Rico.
Setelah selesai berbelanja mereka menuju salah satu restoran di sana. Saat sedang memilih makanan tiba-tiba dari arah pintu restoran Greisy melihat sosok pria yang dia rindukan. Sangat dia rindukan pria itu adalah Rendal. Ingin sekali Greisy berlari dan memeluknya tapi disini ada Rico yang sibuk memilihkan makanan untuk Greisy.
Mata Greisy dan Rendal saling bertemu, Greisy langsung mengalihkan pandangannya berharap Rendal tidak menyadari kehadirannya.
"Ri--rico aku ke kamar mandi dulu." Tanpa menunggu jawaban Rico, Greisy dengan secepatnya pergi dari hadapan Rico.
Rendal melihat hal tersebut dengan curiga, siapa pria yang bersama Greisy? kenapa wajah Greisy terlihat seperti orang tertekan? berbagai macam pertanyaan ada di dalam benak Rendal.
Rendal menyuruh Hans mencari tahu siapa pria yang bersama Greisy, dia tidak bisa membiarkan wanitanya bersama pria lain.
Rendal mengikuti Greisy dan menunggunya di depan kamar mandi wanita.
Greisy gelisah sendiri di dalam kamar mandi, dia tak bisa kembali ke restoran karena disana ada Rendal dan Rico, dia bingung harus melakukan apa. Greisy memutuskan untuk keluar dengan secepatnya dari restoran, biarlah nanti Rico akan marah dan kembali memukulinya, dia sudah terbiasa di pukulin Rico. hal tersebut bukan lah menjadi masalah lagi untuknya. Tubuhnya seperti tahan bantingan karena terlalu sering di pukulin.
Saat dia keluar ternyata Rendal sudah berdiri di depannya dengan tatapan curiga, Greisy hanya bisa melihat Rendal dengan tatapan rindu. Dia sangat merindukan pelukan hangat Rendal, dia ingin menangis dan meluapkan segala perasaannya di dalam dekapan Rendal.
"You miss me Luna?" Akhirnya Rendal mengeluarkan suaranya. Greisy merasa sangat lega mendengar perkataan Rendal.
"I miss you so much Renda." Greisy memeluk tubuh Rendal. Rendal membalas pelukan Greisy, dia ingin menghabiskan waktunya dengan Greisy. Rendal sangat merindukan Greisy.
"Aku ingin kita pergi dari sini," ajak Greisy.
"siapa laki-laki yang bersamamu Luna?" tanya Rendal dengan memicingkan matanya.
"kita pergi dulu dari sini, nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu," ujar Greisy.
"baiklah, aku akan mendengarkan penjelasanmu, kita pergi dari sini,"
"bisakah tanpa di ketahui oleh laki-laki itu,' Greisy menunjuk ke arah Rico.
"aku akan mengusahakannya," Rendal membawa Greisy dalam rangkulannya.
Greisy merasa sangat bahagia di dalam rangkulan Rendal, terasa sangat nyaman dan terlindungi.
Mereka keluar dengan secepat mungkin dari restoran.
Rico melihat Rendal Miller sedang merangkul seorang wanita, dia mengenal Rendal Miller putra kedua keluarga Miller dari Miller Company, Rico sendiri tidak berani kalau sampai harus berurusan dengan keluarga Miller tapi ada yang aneh. Wanita yang di rangkul Rendal Miller memiliki perawakan yang mirip dengan istrinya Greisy. Pakaian yang di kenakan wanita itu sangat mirip dengan pakaian Greisy.
"Gresiy," Rico berteriak memanggil Greisy.
Greisy sangat kaget, Rico menyadari dirinya bersama Rendal. Greisy menarik tangan Rendal berjalan dengan secepat mungkin. Rendal juga menyadari tubuh Greisy yang merasa resah, ada apa ini? kenapa laki-laki itu memanggil Luna dengan nama Greisy? siapa Luna sebenarnya?
"Greisy?" ujar Rendal pelan.
"nanti aku akan menjelaskannya padamu. Kita pergi dulu dari sini," ujar Greisy memohon pada Rendal.
Rico yang awalnya ingin mengejar Greisy tapi mengurungkan niatnya saat tahu Greisy bersama Rendal Miller.
"ada hubungan apa Greisy dengan Rendal Miller? apa jangan-jangan Rendal laki-laki selingkuhan Greisy??" ujar Rico pada dirinya sendiri.
*******