Keesokan harinya Greisy masih berada digudang dan hanya duduk diam menutup matanya, ruangan itu sangat sempit dan gelap. Rico masuk ke gudang melihat Greisy.
"Esy makan dulu sayang," ujar Rico sangat lembut.
Greisy hanya diam.
"Makan sayang... istriku yang cantik, istriku yang sangat aku cintai, makanlah sayang. Aku akan menyuapimu" Rico mengambil sendok menyuapi Greisy makan. Greisy terpaksa menerima sendok suapan dari Rico secara perlahan, Greisy merasakan sangat sakit saat membuka mulutnya, bibirnya masih bengkak. Greisy menguyah makanan dengan sangat pelan, walau dia tak lapar tapi dia harus makan dan mengisi tenaganya, dia tak boleh menyerah, dia harus kuat agar bisa kabur dari penyekapan Rico.
Greisy tak mampu lagi meneruskan makannya, dia sangat kesakitan.
"Maafkan aku sayang." Rico mengoleskan salep dibibir Greisy yang bengkak secara perlahan.
"Aku mau kekantor dulu yaa sayang... kamu di gudang dulu aja, aku tak akan lama hanya sebentar." Rico memberikan Greisy roti, air mineral dan segelas s**u dengan sedotan.
"Minumlah dengan sedotan ini agar bibirmu tidak sakit lagi, nanti aku akan belikan kamu bubur kesukaanmu.
Rico mengunci pintu gudang kembali tapi kali ini tidak mematikan lampu lagi. Greisy hanya menatap kosong kearah pintu gudang. Greisy menangis, meluapkan rasa sesak di dadanya.
"Rendal tolong aku... Rendaaaal." Greisy menangis memanggil nama Rendal. Greisy merebahkan badannya dengan perlahan di lantai gudang yang kotor dan berdebu, melihat langit langit yang sempit. Greisy membayangkan wajah Rendal yang tersenyum padanya, Greisy tersenyum melihat bayangan wajah Rendal.
*********
Sudah 2 hari Greisy disekap digudang oleh Rico, walau Rico selalu memberikan dia makan dan minum. Bibir Greisy sudah tidak bengkak lagi tapi Greisy merasakan kepalanya sangat pusing, Greisy tertidur lagi di lantai gudang yang kotor tersebut.
"Esy bangun sayang." Rico memegang wajah Greisy. Terasa sangat panas, Rico berusaha membangun kan Greisy.
Rico panik, memeriksa napas Greisy dan Greisy masih bernapas. Greisy pingsan dengan kesakitan menahan sakit badannya, Rico menggendong Greisy keluar dari gudang, membaringkan tubuh Greisy yang tak berdaya di ranjang. Rico mengompres dahi Greisy, menggantikan baju Greisy, mengobati memar memar di tubuhnya. Rico menangis, dia sedih Greisy terluka tubuhnya karena dia. Dia lah suami yang menyiksa istrinya sendiri, dia laki laki yang tak mampu memberikan kebahagiaan untuk istrinya, istrinya yang bernama Greisy.
Greisy terbangun dari pingsannya merasakan sakit disekujur tubuhnya, dia meringis kesakitan sendirian. Menangis adalah obat untuk membuatnya tetap bertahan dan tegar dalam menghadapi masalahnya tapi dia harus tetap kuat demi dirinya sendiri.
"Esy..." panggil Rico lembut.
Greisy langsung berpura-pura tidur. Rico melihat Greisy tidur Rico berjalan kembali keluar kamar.
Greisy tak akan peduli walau Rico berusaha bersikap lembut padanya, perasaannya untuk Rico sudah hilang tergantikan oleh hadirnya Rendal, lelaki yang memberikannya segala hal yang dia butuhkan.
************
Pagi itu Greisy keluar kamar, melihat tak ada Rico disekitar rumah. Greisy berfikir Rico sudah pergi kekantor, Greisy mengambil sepotong roti dan memakannya bersama s**u putih. Walau seperti apapun masalahnya, dia harus makan demi kesehatannya sendiri.
Greisy ingin keluar rumah, dia ingin bertemu Rendal tapi semua pintu rumha dikunci dari luar. Greisy berusaha membuka salah satu jendela yang tidak diteralis tapi hasilnya juga sama semua jendela tertutup, sudah di berikan gembok dari luar. Greisy tersenyum miris seperti inikah rasanya sendirian dirumah besar, bagaikan hidup didalam sangkar emas.
Greisy memilih untuk mandi dan tidur, dia mengunci pintu kamarnya dan ingin istirahat sepanjang hari. Tubuhnya butuh istirahat, melepaskan penat agar rasa sakit tubuhnya segera menghilang. Greisy ingin melupakan Rendal sejenak, Greisy merebahkan tubuhnya diranjang dan menutup matanya.
"Buka pintunya Esy, buka" teriak Rico
Mendengar suara Rico yang berteriak tengah malam terpaksa Greisy membuka pintunya, tercium bau alkohol dari tubuh Rico. Greisy benci bau ini, jika Rico sudah begini dia akan melakukan kekerasan lagi pada Greisy.
"Esy aku mencintaimu" Rico mencium bibir Greisy, Greisy ketakutan dengan refleks dia mendorong tubuh Rico dengan kuat. Rico sangat marah dengan penolakan Greisy dan seperti biasa Rico melampiaskan marahnya dengan menapar Greisy kembali. Greisy hanya tersenyum melihat Rico, Rico mengepakalkan tangannya dia marah dengan senyuman Greisy terkesan mengejeknya. Rico menjambak rambut Greisy dengam kuat bahkan lebih dari 2 hari yang lalu. Menjambak menggoyang goyangkan kepala Greisy, Greisy merasa pusing.
"dug"
Rico membenturkan kepala Greisy kedinding, Greisy merasa kepalanya sangat sakit. Rico menarik kepala Greisy lagi dan membenturkannya di sudut lemari, Greisy berteriak dengan kencang tapi tak ada yang mendengarkanya. Greisy berharap ada seseorang yang menolongnya, berharap Tuhan mengirimkan seorang malaikat untuk menolongnya. Greisy sudah tak dapat menahan rasa sakitnya dan terduduk dilantai. Ponsel Greisy bergetar, Greisy mendadak merasa khawatir, dia takut Rico mengetahuinya. Rico meninggal Greisy begitu saja dan pergi ke kamar tamu. Greisy tak sanggup menangis air matanya tak bisa keluar, sesak dia rasakan dihatinya.