part 37. profesionalisme

1417 Words

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca besar di ruang makan kediaman Saverio. Aroma kopi Arabika dan roti panggang yang hangat memenuhi ruangan. Kaizan duduk dengan setelan jas navy yang pas di tubuhnya, sementara Yasmin tampak anggun dengan blazer krem, siap untuk menghadapi jadwal sidang yang padat. Nur masuk dengan tenang, membawa nampan berisi jus jeruk segar untuk Aksa dan Rafka yang sudah lebih dulu berangkat ke sekolah dengan sopir. Setelah meletakkan jus, Nur tidak langsung kembali ke dapur. Ia berdiri sejenak, memperhatikan Kaizan yang sedang sibuk membalas pesan di ponselnya dengan kening berkerut. "Pak Kaizan, sepertinya sarapannya terganggu oleh pekerjaan lagi," ujar Nur dengan nada sopan namun hangat. Kaizan mendongak, tersenyum tipis. "Hanya jadwal rapat yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD