Di tengah euforia kemenangan atas Sarah dan Latif, sebuah mobil sedan tua berhenti di depan gerbang kediaman Saverio. Dari dalamnya, turun seorang wanita paruh baya yang tampak anggun namun letih, ibunda Kaizan, bersama seorang anak laki-laki yang sudah tumbuh tinggi. Rafka. Wajahnya adalah perpaduan sempurna antara ketampanan Kaizan dan kelembutan yang dulu pernah dimiliki Sarah sebelum keserakahan merusaknya. Di usia 11 tahun, sorot matanya tampak lebih dewasa dari usianya. Ia tidak lagi berlari riang seperti saat Yasmin masih menjadi ART dulu, ia melangkah dengan ragu, tas punggungnya terasa berat, seberat beban pikiran di kepalanya. Yasmin, yang sedang berada di teras bersama Aksa, terpaku. Ia melihat Rafka, dan seketika rasa bersalah menghantam dadanya. Selama tiga tahun terakhir

