Episode 24 That Feeling II

855 Words

Bau antiseptik dan obat-obatan menyengat membuat Divia pusing mendadak. Dari kejauhan masih bisa didengarnya riuh-riuh keramaian dari arena gedung olahraga. Divia mendesis jengkel. Gara-gara sakit kakinya kambuh Faza harus terpaksa kabur dari ujian tersebut. Uhh, salahkan kakinya yang selalu meminta perhatian! Derap langkah Faza terdengar dari samping. Cowok itu menyibak gorden ruangan dan muncul dengan segelas teh hangat di tangan. Divia semakin jengkel melihat Faza yang malah dengan santai duduk di sampingnya. "Nih, minum dulu. Masih anget, loh." Faza menyurungkan gelas di tangannya. Divia mencibir. "Ogah. Gue marah sama lo, Fa!" Faza berdecak. "Lo mau marah kek, apa kek, terserah lo, Div! Yang jelas, gue kayak gini juga karena gue khawatir sama lo. Gue nggak bisa diem aja kalau lih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD