Siang harinya Faza langsung cabut menuju Champ. Seperti biasa, mamanya selalu memerintahnya menjadi pelayan dadakan di Champ. Dan hari ini aksi p********n itu masih terus berlanjut. Dengan berbekal nampan dan serbet di saku, cowok itu memutari setiap meja dan mengangkuti cawan kaca, gelas, serta cangkir yang ada. Lalu setelah beres, dia kembali ke depan dan membersihkan meja-meja kotor yang ada. "Wah, tumben Mas Fa rajin." Manda muncul dari balik kasir. Faza tersenyum sombong. "Mbak Manda baru sadar, ya?" Manda mencebikkan bibir. "Duileh, gaya banget, Mas." "Sebagai manusia, kita emang dituntut untuk rajin Mbak. Pepatah bilang, rajin membawa berkah." "Mana ada tuh pepatah bilang begitu? Ckck... jangan ngaco deh, Mas Fa." "Ya elah, dibilangin juga Mbak Manda ini. Nih, kalau nggak perc

