Dengan tangan kanan yang meremas kuat map ditangannya, Evan berjalan cepat menuju sebuah ruangan. Ruangan yang dia pikir tidak akan pernah lagi dia masuki karena sekarang ruangan itu sudah dihuni oleh Salshabila. Sayangnya dia tidak mematuhi pikirannya itu karena sekarang dia ingin segera bertemu wanita yang sudah dikenalnya sejak kecil itu. Tanpa ketukan atau permisi terlebih dahulu dia masuk ke dalam ruangan itu. Begitu dia melihat Salshabila sedang duduk di kursi kerjanya, Evan melempar map ditangannya di hadapan wanita yang sudah memasang senyum itu. Map yang dilemparkannya itu adalah map yang dibawa Stella tadi keruangannya. Map yang dia yakini merupakan salah satu bagian dari alat Salshabila untuk melancarkan rencananya. "Apa kamu benar-benar ingin bermain-main denganku?" Tanya Eva

