Stella menelungkupkan kepalanya ke atas meja kerjanya. Dia merasa perlu melakukan itu karena kepala Stella memang terasa sangat berat. Sakit dikepalanya ini dia rasakan setelah dia keluar dari ruang pertemuan, tepatnya setelah dia memberikan jawaban 'bersedia' pada Salshabila. Jawaban yang sampai sekarang tidak dia tau apakah benar atau salah karena sebaik apapun dia memikirkannya, dia tidak bisa menemukan jawabannya. "Stell, lo baik-baik aja?" Tanya Kinara tiba-tiba muncul didepan kubikel Stella. Stella terkejut dengan kehadiran Kinara, ditegakkannya tubuhnya agar dia bisa berhadapan dengan temannya itu. "Kinara? Kok lo kesini?" Pertanyaan Kinara, dijawab Stella dengan pertanyaan juga. "Gue diminta pak Arkan buat nanya apa aja proyek yang lo ikut serta didalamnya. Gue diminta ngambil a

