Hanan melihatnya. Wanita yang dia suka, tengah memeluk pria lain di dalam ruangan kerja yang dia pimpin. Awalnya dia penasaran, kenapa Kara begitu dingin padanya. Dia berniat mengikuti langkah Kara yang kembali ke ruangan untuk berbicara lagi pada wanita itu. Tapi yang dia lihat adalah Karamel yang sedang memeluk Sajak dari belakang, dengan begitu manisnya. Tangan Hanan terkepal di samping tubuh. Otaknya bertanya-tanya, memang apa yang bagus dari lelaki itu? Sajak adalah pria yang hanya cengegesan dan membuat banyak ulah. Tipe pria yang tidak bisa diandalkan dan hanya bergerak berdasarkan naluri nya saja. Sedangkan Karamel yang Hanan kenal, merupakan gadis berpendirian kuat. Gadis yang memiliki kecerdasan dan keberanian yang membuat Hanan jatuh cinta sejak lama. Tapi kenapa Karamel yan

