54

1532 Words

Tring Tring Tring Kara mengerutkan keningnya. Tangannya yang masih memegangi handuk untuk mengeringkan rambut yang basah, juga matanya yang melirik heran pada ponsel yang dia letakkan di nakas samping tempat tidurnya. Ini masih pagi, tapi ponsel nya sudah ramai sekali. Kara tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya denting pesan yang berurutan itu muncul dari ruang obrolan grup kantornya. Memutuskan untuk membungkus rambutnya yang belum kering dengan handuk, Kara akhirnya berjalan mendekat ke arah tempat tidur. Tubuhnya menunduk empat puluh lima derajat dengan tangan yang terulur mengambil ponsel. Kerutan di keningnya semakin dalam saat melihat hampir semua teman satu divisinya terlibat dalam bahasan-yang entah apa itu-di dalam grup. Dengan satu ketukan jari, dia membuka pesan y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD