Lama Kara memandangi minuman yang tadi berikan oleh Sajak. Padahal dirinya tidak ikut titip pesan karena memang sudah banyak minum saat rapat dengan Hanan. Kara tidak memesan makanan apapun saat meeting karena dia masih kenyang setelah makan siang, sehingga yang dia pesan hanya satu jus dan satu air mineral dan membuat dia tidak ingin minum apapun saat Sajak menawarkan untuk titip kopi. Siapa yang menyangka jika Sajak dengan sukarela membelikannya minuman? Dan yang paling mengejutkan adalah catatan yang ditinggalkan di gelas minumannya. Konyol sekali. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Kara merasa terhibur dengan kelakukan pria itu. Lalu pemikiran yang sempat terlintas di pikirannya ketika makan siang bersama dengan Sajak kembali muncul. Kara berpikir, apa mungkin Sajak benar-benar menyuka

