Lana menatap tajam Lucas yang sedari tadi memperhatikannya lekat seolah Lana adalah seorang kriminal. Jangan lupakan bibir memble dan sorot mata yang mengajukan banyak tanya. Tanpa bersuara pun, Lana tahu hal apa yang sahabatnya itu pikirkan. Pasti tentang perkelahian Lana dengan geng ghibah kemarin. "Lo ke sini mau bantuin gue ngerjain tugas atau cuma mau melototin gue kayak gitu sampai kiamat?" tegur Lana ngasal. Dia kesal setengah mati dengan diamnya Lucas begini. Tapi membicarakan hal yang terjadi kemarin juga bukan ide yang bagus. Bisa-bisa Lana meledak. Dan dia ingat saat ini sedang berada di ruang yang tidak boleh bising; perpustakaan. "Gue nggak habis pikir aja..." "Stop. Lebih baik bantuin gue ngerjain makalah ini sebelum si Agnes datang dan gue akan jadi mahasiswi malang lagi

