Lana terbangun pada pagi harinya sebab punggung yang terasa tak nyaman. Begitu kesadarannya benar-benar utuh, yang pertama kali dia lihat adalah sosok Jeffrey yang tidur di sisinya seraya memeluk Lana seperti seorang balita yang memeluk ibunya. Lana mengedarkan pandangan. Ruangan itu benar-benar kacau. Sisa-sisa camilan yang berserakan di meja, pakaian dalam yang berceceran, dan kaus Jeffrey yang menutupi pinggang mereka berdua. Saat sedang mengawasi sekitar, suara pintu yang terbuka terdengar. Melihat keadaan mereka yang masih stoples, refleks Lana memekik tertahan. Itu pasti Bik Marni! Hari ini jadwal dia datang. Dan, astaga! "Hei, hei, bangun!" Lana menepuk pipi Jeffrey pelan. Karena tidak bangun juga, Lana menendang lelaki itu dan turun dari sofa secepat kilat lalu memakai pakaiannya

