Chapter Twenty Eight "Welcome to our new life, honey” bisik Thomas di telingaku. "Of course hubby.” Ya...Thomas benar, kami baru mulai dengan kehidupan yang baru, dengan tantangan baru, hal-hal baru. Aku bersyukur semua prosesi pernikahan berjalan dengan lancar. Acara resepsi pernikahan kami akan di adakan di Aussie, karena kami tinggal di sana, awalnya ayahku dan nenek Thomas kurang setuju tapi itu keinginanku dan Thomas, lagi pula aku malas berlama-lama di sini, selain ada Alin mantannya Thomas, ada Angel yang dari kemarin merecoki dengan meminta penangguhan atas ditahannya tante Sisil, berharap daddy mencabut laporannya atas kejahatan tante Sisil. Tapi daddy tidak mau karena sudah dalam tahap peradilan. Dan kesalahan tante memang bukan kesalahan yang sepele, tante sudah merenca

