Chapter Twenty Seven

1421 Words

Chapter Twenty Seven   Selena pov Akhirnya, hari pernikahanku tiba juga, di kamar pengantinku aku sudah siap dengan kebaya putih, kata Ayahku tadi yang baru saja melihatku, beliau bilang aku cantik luar biasa, he...he...biasa anak sendiri pasti tetap dipuji ya. Setelah banyak hal yang kulalui dengan Thomas, bahkan aku mengetahui rahasia terdalamnya, aku berdoa semoga dia memang jodoh yang terbaik yang dikirim Tuhan untukku, tidak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan sejatinya hanya milik Allah. Maka sebagai manusia tidak boleh jumawa dan merasa diri mereka yang paling sempurna. Aunty Laura semalam datang dengan uncle dan anak lucu mereka, sekarang aunty sedang menemaniku setelah barusan memberikan banyak nasehat bagaimana menjadi istri yang Solehah. Luisa satu-satunya sahaba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD