"Zhu Xi, mari kita akhiri hubungan tanpa status ini." Lu Chen menatap Zhu Xi sekilas, Zhu Xi mengangkat kepalanya, menatap pria di samping nya.
"Aku tau, kau pasti memikirkan banyak pertanyaan di kepala mu."
"lalu??" Zhu Xi menatap Lu Chen tak mengerti.
"Kau tau, aku sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini." Lu Chen menatap ke depan, tatapan nya kosong.
"Apa yang membuat mu ingin mengakhiri hubungan ini??" Zhu Xi menatap Lu Chen, dengan mengerutkan keningnya, Zhu Xi tak mengerti kenapa hubungan nya harus berakhir tanpa alasan??
"Kau akan tau alasannya nanti,"
"Aku minta maaf Zhu Xi, karena tidak bisa terus bersama mu." Lu Chen menatap Zhu Xi sekilas, lalu pergi dari taman, meninggalkan Zhu Xi sendirian, Zhu Xi hanya menatap punggung pria itu dari kejauhan, bagaimana mungkin ia bisa mengejarnya, jika pria itu sudah memutuskan untuk berhubungan dengan nya??dan bagaimana mungkin pria yang memberikan banyak kehangatan pergi begitu saja??
Zhu Xi pergi meninggalkan taman, kembali ke rumah utama, Zhu Xi menatap bangunan megah di depannya, rumah bergaya Eropa klasik itu berdiri kokoh, namun baginya itu bukan seperti sebuah rumah, melainkan seperti neraka yang terus menyiksanya.
"Ibu..," ucap Zhu Xi lirih, dengan tatapan mata sendu.
"Sekarang juga Lu Chen pergi meninggalkan ku, aku sudah tidak punya siapa pun lagi yang benar² menyayangiku." Ucap Zhu Xi
"Ayah,"
"Dia juga terus menyiksa ku." Lanjut Zhu Xi, pipinya basah, air matanya keluar begitu saja, Zhu Xi mengusap air matanya, pandangan nya tertuju pada sebuah mobil yang sangat familiar di garasi rumah nya.
Zhu Xi mengetuk pintu pelan, kemudian masuk ke rumah nya, beberapa menit yang lalu Zhu Xi melihat Lu Chen di taman bersama nya, dan kini Zhu kembali melihat nya di rumah nya, sedang berbicara dengan keluarganya, namun orang rumah tidak menyadari keberadaannya.
"Kapan kau akan menikahi putriku??" Tanya Houlong pada Lu Chen.
Menikah??mendengar nya saja membuat Zhu Xi sangat senang, karena selama ini ayah nya tidak pernah merestui hubungannya dengan Lu Chen.
"Kapan kau akan menikahi Yexi putriku?!!" tanya Houlong dengan nada tinggi, Lu Chen sedikit terkejut, begitu pun dengan Zhu Xi, ia pikir ayah nya merestui hubungannya dengan Lu Chen, ternyata selama ini adiknya mengincar Lu Chen, dan meminta bantuan ayah nya untuk mendapatkan nya.
Zhu Xi yang masih terkejut, mundur beberapa langkah, dan menyenggol pelayan yang tengah membawa nampan berisi gelas.
"Apa yang kau lakukan??" tanya Houlong dengan nada sarkastis.
"Kak, apa kau baik² sa..." Yexi berniat menghampiri Zhu Xi, namun dengan cepat mengangkat tangan nya supaya Yexi tidak mendekat.
Zhu Xi mengepalkan tangannya, mencoba untuk mengontrol emosi, Yexi yang melihatnya tersenyum tipis, kemudian menghampiri Zhu Xi.
"Ku rasa, kau sudah me..."
PLAAAAK
Zhu Xi tidak membiarkan Yexi untuk berbicara, tamparan keras berhasil di layangkan di pipinya.
"Kau..."
PLAAAAAK
"Kau berani menampar putri ku?!!" Satu tamparan mendarat di pipi Zhu Xi, telinga nya berdengung, dengan pipinya yang merah.
"Lantas??apa aku tidak punya hak untuk menampar seseorang disini??" tanya Zhu Xi dengan mengangkat alisnya.
"Ya!! Kau tidak punya hak apa..."
"Aku tidak punya hak?? Apa kalian lupa, nama ku sudah tertera di surat kepemilikan rumah ini, aku punya hak untuk mengusir kalian!"
"Apa kau lupa, apa resiko yang akan kau hadapi, jika kau berani mengusir kami??" Tanya Rouyin, yang membuat Zhu Xi bungkam, Zhu Xi tau resiko jika mengusir ibu tirinya, Zhu Xi tidak akan mendapat informasi apa pun mengenai kematian tragis ibunya.
"Zhu Xi, kau tidak usah ikut campur!!"
"Apa??aku tidak usah ikut campur??!!" tanya Zhu Xi dengan nada tinggi.
"Yexi, apa kau sadar, kau yang selama ini ikut campur dalam hubungan ku, ternyata punya maksud lain?!" Zhu Xi menatap Yexi, mencoba menahan emosi.
"Dan kau Lu Chen, sekarang aku mengerti maksud ucapan mu 1 jam yang lalu!!" Zhu Xi menatap Yexi dan Lu Chen bergantian.
"Zhu Xi, kau tidak boleh salah paham, ini hanya pernikahan bisnis, jika perusahaan ayah ku sudah bangkit, aku akan menikahimu, dan..." Jelas Lu Chen berniat untuk memegang tangan Zhu Xi, namun dengan cepat Zhu Xi menepisnya.
"Dan aku akan menjadi istri kedua mu?? Apa kau pernah pikirkan bagaimana perasaan ku??tidak." Zhu Xi mendengus pelan sambil menatap pria di depannya.
"Zhu Xi, masuk kamar!!" Houlong mencoba menarik tangan Zhu Xi, lagi² Zhu Xi menghempasnya dengan kasar.
"Apa kau pikir dengan masuk kamar aku tidak mendengar apa yang kalian katakan??" Ucap Zhu Xi dengan nada tinggi.
"Lebih baik aku pergi dari rumah ini, dari pada harus tetap tinggal di rumah ini!!"
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!!"
"Penjaga cepat kejar dia!!"
Zhu Xi berlari secepat mungkin, dia tau watak pria tua itu, pasti tidak akan melepaskan nya begitu saja, kalau dia pulang ke apartemen sekarang, penjaga pasti mengetahui nya!.
Zhu Xi berlari menyebrangi zebra cross, ia tak melihat kiri kanan, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, hanya suara klakson yang membuatnya terkejut.
"Apa yang terjadi??" tanya pria yang duduk di kursi belakang.
"Seorang wanita menyebrang tiba tiba." Jawab Supir, pria itu hanya mengangguk pelan.
"Periksa, sepertinya dia syok."
"Tapi tuan..."
"Orang² sudah mengerubungi dan sudah tau plat mobil ini, jika kita pergi begitu saja, masalah nya akan sampai pada polisi."
"Baiklah." Darren hanya mengangguk pelan, kemudian turun dari mobil, ia paham betul maksud tuan nya yang tak ingin masalah ini semakin panjang.
"Nona, apa kau baik² saja??" Tanya Darren, ia melihat bagaimana tubuh Zhu Xi gemetar.
"Nona, mari kita ke rumah sakit, saya takut nona terluka."
Zhu Xi mengangguk cepat, walaupun sebenarnya dia tidak terluka, namun saat melihat penjaga rumah mengejarnya, lebih baik sekarang mencari tempat berlindung.
Zhu Xi masuk mobil, namun ia tak menyadari seorang pria duduk di samping nya.
"Apa saya mengijinkan mu untuk duduk di situ??" tanya pria itu, membuat Zhu Xi sedikit terkejut.
"Astaga, kapan anda duduk disitu??" Tanya Zhu Xi seperti orang bodoh, pria itu mengerutkan keningnya.
"Ah mksd ku, maafkan aku, tuan..." Zhu Xi membungkukkan badannya sedikit.
"Cheng Yi,"
"Maaf??" Pria itu mengulang perkataan Zhu Xi.
"Maaf karena aku menyebrang tidak melihat kiri kanan hingga mobil anda hampir menabrak ku." Jawab Zhu Xi sambil menundukkan kepalanya.
"Kau sadar perbuatan mu akan menyebabkan masalah untuk orang lain??"
Zhu Xi hanya mengangguk pelan.
"Ah sial!! mereka masih mengejar ku!!" Zhu Xi mengumpat pelan, Cheng Yi mengikuti arah pandang Zhu Xi.
"Dar, jalan kan mobilnya."
"Baik tuan." Darren menyalakan mobil, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Kau buronan nona??" Tanya Cheng Yi sambil menatap ponselnya.
"Apa aku tampak seperti buronan??" Zhu Xi kembali bertanya.
"Lalu, apa masalah yang kau buat, hingga penjaga itu mengejarmu??" Tanya Cheng Yi lebih dalam.
Zhu Xi menatap pria di samping nya cukup lama, pria tinggi dalam balutan setelan jas hitam, rahang yang kokoh, dan urat yang mencuat serta wajah nya yang tampan, siapa pun akan terpesona, seperti Zhu Xi sekarang.
"Aku tau, aku tampan nona." Cheng Yi menatap Zhu Xi, membuat nya salting.
"Ah oh, aku di kejar penjaga itu urusan ku!" Jawab Zhu Xi.
"Darren, turunkan dia!"
"Tidak tuan, aku akan menceritakan nya padamu." Jawab Zhu Xi sambil menarik nafas pelan.
"Aku punya adik dan ibu tiri, serta ayah kandung, mereka memperlakukan secara tidak adil, dan adikku merebut kekasihku." Zhu Xi menundukkan kepalanya.
"Itu artinya adikmu lebih cantik, sampai kekasihmu pindah ke lain hati." Jawab Cheng Yi, yang membuat Zhu Xi kesal.
Astaga, dia sudah ketularan penyakit sok tau, narsis pula.
"Kau,..." Zhu Xi menatap Cheng Yi kesal.
"Lalu, kau pergi dari rumah, dan ayah mu masih membutuhkan mu untuk meminta banyak tanda tangan penting, dan dia menyuruh penjaga untuk mengejar mu??" Jelas Cheng Yi, Zhu Xi menatap nya tak percaya, bagaimana bisa Pria di depannya menebak dengan benar.
"Sepertinya dugaan ku benar."
"Tuan aku mohon, aku ingin lepas dari pria tua itu, bawa aku pergi kemana pun!" Zhu Xi memohon pada Cheng Yi.
"Kemana pun??" Tanya Cheng Yi, Zhu Xi hanya mengangguk pelan.
"Ya kemana pun, kau bisa menjadikan aku pelayan mu." Jawab Zhu Xi meyakinkan.
"Pelayan ku sudah banyak."
"Tuan,..."
"Aku punya ide yang lebih baik, dan sama² menguntungkan." Cheng Yi menatap Zhu Xi lekat.
"Menikah dengan ku." Lanjut Cheng Yi, Darren yang mengendarai mobil, mengerem secara mendadak.
"Apaa?!!" Tanya Zhu Xi, jujur saja dia sangat terkejut mendengar ucapan pria di depannya.
"Pilihannya ada 2, kau menikah dengan ku, atau aku akan menikahi mu."
" Tapi tuan, pernikahan bukan soal..."
"Aku tau, tenang saja aku akan memperlakukan mu secara adil, namun kau harus ingat, ini hanya pernikahan saling menguntungkan, kau tau, orang luar menyebarkan rumor bahwa aku seorang gay, dan aku ingin terlepas dari rumor itu."
Zhu Xi terdiam sesaat,tampak memikirkan sesuatu.
Darren masih menatap tuan nya tak percaya, oh astaga! Ini benar² berita besar, tuan nya selama ini tidak pernah dekat dengan seorang wanita, tiba tiba menikah dengan wanita yang baru pertama kali ditemui.
"Baiklah." Ucap Zhu Xi.
"Aku akan datang menjemput mu, kembali lah ke rumah untuk sekarang." Cheng Yi, kembali fokus menatap notebook nya.
"Tapi,..." Zhu Xi tampak keberatan dengan keputusan Cheng Yi.
"Katakan, dimana alamat rumah mu."
"Aku berasal dari keluarga Xiao." Ucap Zhu Xi lirih, Cheng Yi dan Darren nampak sedikit terkejut, wanita ini dari keluarga Xiao??
"Keluarga Xiao?? Kau putri keluarga Xiao??" tanya Cheng Yi, Zhu Xi mengangguk pelan.
"Ya, aku putri tertua keluarga Xiao."