"Konyol!, Putri tertua keluarga Xiao melarikan diri."
"Kau tidak tau apa yang terjadi diam saja tuan!" Ucap Zhu Xi sambil mempoutkan bibir nya kesal.
"Baiklah², Darren mari antarkan nona ini ke rumah keluarga Xiao." Darren hanya mengangguk saat perintah itu turun, kemudian memutar balik mobilnya.
"Tenang saja, aku akan datang ke rumah mu, begitu urusan ku selesai." Cheng Yi menatap Zhu Xi sekilas.
"Rumah yang cukup mewah." Ucap Cheng Yi begitu sampai di kediaman keluarga Xiao. Zhu Xi tidak mengatakan apapun lagi, langsung masuk begitu saja.
"Apa anda tidak akan masuk tuan??" Tanya Darren saat melihat tuan nya hanya melihat bangunan keluarga Xiao.
"Kurasa hari ini cukup, selesaikan rapat, kembali ke kediaman ini besok." Cheng Yi masuk ke dalam mobil, diikuti Darren yang duduk di kursi kemudi, kemudian menyalakan mesin mobil, lalu pergi meninggalkan Kediaman Xiao.
"Kau siapkan semuanya!" Ucap Cheng Yi, Darren mengerti maksud tuan nya, segera menelpon beberapa rekan untuk membantunya.
"Hanya tinggal tentukan hari tuan." Ucap Darren begitu sambungan telepon nya terputus.
"Itu, aku harus berdiskusi dengan nya."
"Beritahu keluarga Cheng secepat mungkin." lanjut Cheng Yi.
"Baik tuan!"
Zhu Xi kembali, berjalan menunduk,semua mata menatapnya sinis.
PLAAAAK
"Benar²anak durhaka!!" Houlong menamparnya, hingga terlihat jelas telapak tangan itu membekas di pipi nya.
"Katakan!!dimana kau bersembunyi!!" Houlong menjambak rambut Zhu Xi dengan kuat, Zhu Xi meringis pelan.
"Zhu Xi, kemana pun kau pergi, kau akan tetap berakhir kembali ke rumah ini!" Rouyin memegang tangan Zhu Xi, lalu tangan nya mencengkeram kuat pipinya.
"Ayah,ibu, hentikan, jika kalian membunuh kakak hari ini,kakak tidak akan bisa melihat aku dan Lu Chen bertunangan."
"Aku sangat ingin kakak ada di pesta pertunangan aku dan Lu Chen." Lanjut Yexi.
"Masuk kamar, dan jangan keluar sampai hari pertunangan adik mu tiba!!" Houlong mendorong Zhu Xi, membuat Zhu Xi tersungkur dengan keras.
"Benar² merepotkan!!" Rouyin menatap Zhu Xi geram.
Zhu Xi duduk di ujung ranjang nya, menatap pantulan dirinya di depan cermin, tangan nya terulur menyentuh sudut bibirnya yang terluka.
"Ibu, aku benar²tidak tahan." Tangis Zhu Xi pecah.
"Aku ingin keluar dari rumah ini."
"Ibu,..." Ucap Zhu Xi lirih, mencoba mengontrol emosi nya.
Zhu Xi mengusap air matanya, merebahkan diri di kasurnya, memikirkan bagaimana cara keluar untuk keluar dari rumah ini tanpa ada yang mengancamnya.
Pikiran nya teringat pada kejadian di jalan tadi, bayangan Cheng Yi terlintas begitu saja.
Menikah??oh yang benar saja, bahkan mereka baru pertama kali bertemu, tidak mungkin untuk menikah!.
"Harusnya aku tidak mempercayai pria itu begitu saja!"
"Zhu Xi lebih baik sekarang kau istirahat, dan tidak usah mempercayai pria itu!" Ucap Zhu Xi pada diri sendiri.
Pagi menjelang siang, Zhu Xi masih dalam balutan selimut tebalnya, seorang pelayan menyibak tirai membiarkan cahaya matahari masuk.
"Nona, bangun!" Pelayan Yin menggoyangkan tubuh Zhu Xi pelan, Zhu Xi hanya menggeliat pelan.
"5 menit lagi."
"Nona, ini sudah jam 10, tidak ada 5 menit lagi." Jawab Pelayan Yin, Zhu Xi bangun dengan wajah terkejut, rambut berantakan, siapapun akan lucu melihatnya, pelayan Yin tertawa sekilas, sebelum akhirnya berdiri.
"Seorang pria juga menunggu mu di bawah, nona."
"Nona aku akan menyiapkan sarapan untuk anda, jangan lupa untuk turun ke bawah." Lanjut pelayan Yin, Zhu Xi hanya mengangguk.
"Pria??itu pasti Lu Chen yang akan berkencan dengan Yexi, tidak ada hubungannya dengan ku." Zhu Xi berbicara pada diri sendiri, detik berikutnya ia melihat Lemari kulkas mini di kamarnya yang kosong.
"Aku lupa mengisi." Zhu Xi menghembuskan nafasnya pelan, lalu turun ke bawah untuk mengambil sarapan.
Cheng Yi duduk di sofa ruang tamu, dengan menumpang sebelah kaki nya, tangan yang direntangkan ke samping.
Yexi yang baru keluar kamar, menghampiri ayah nya, lalu menatap pria di depannya, pria tinggi, dalam balutan jas hitam, dengan rahang yang kokoh, alis tebal yang rapi, dengan tatapan mata seperti elang, benar² tampan!!
"Siapa kau??" tanya Houlong dengan menatap Cheng Yi.
"Dimana putrimu??"Cheng Yi bertanya kembali dengan sorot mata dingin.
"Aku putrinya!" Jawab Yexi penuh semangat, Cheng Yi menatap Yexi sekilas.
"Aku tidak bertanya padamu!"
"Dia putriku!" Houlong menarik tangan Yexi untuk duduk di sampingnya.
"Apa yang kau cari??" tanya Zhu Xi saat melihat perdebatan pria itu.
Cheng Yi membalikkan badannya, tersenyum tipis saat melihat apa yang dia cari, datang dengan sendirinya, Zhu Xi terkejut melihat Cheng Yi di rumah nya, Matanya terbelalak tak percaya.
Astaga, seperti nya aku masih bermimpi - ucap nya dalam hati.
"Kau baru bangun??" tanya Cheng Yi, Zhu Xi masih tidak menyadari Cheng Yi berada di depannya.
"Heii" Cheng Yi menyubit pipi Zhu Xi pelan.
"Aawh." Zhu Xi mengusap pipinya yang terasa sakit.
"Ini bukan mimpi??tidak, mimpi ini terlalu nyata!" Ucapnya, Cheng Yi yang melihatnya tersenyum gemas.
"Kau, menjauh lah!!" Houlong mendorong tubuh Cheng Yi, menjauhkan nya dari Zhu Xi.
"Cari mati!!" Darren berniat untuk maju, namun Cheng Yi menghentikan langkahnya.
"Ayah,..." Panggil Zhu Xi pelan.
"Kau, bawa kakak mu kembali ke kamar!" Yexi mengangguk, kemudian menyeret tangan Zhu Xi, Cheng Yi menatap Yexi tak suka, tangan nya menggenggam tangan Zhu Xi erat.
"Lepaskan!"Perintah Cheng Yi dingin, Yexi mengabaikan nya, mencengkeram tangan Zhu Xi lebih kuat.
"Yexi, sakit!" Zhu Xi meringis pelan, tangan nya merah karena cengkraman Yexi yang kuat.
"Yexi, cepat bawa dia!" Yexi mengangguk, menarik tangan Zhu Xi, namun tak bergerak sama sekali.
"Tuan, aku tidak akan mengijinkan mu untuk bertemu dengan putri ku!!"
"Aku tidak akan pria asing bertemu dengan putriku, karena dia akan segera menikah!!" Lanjut Houlong dengan penuh amarah.
"Menikah??bukan kah yang akan menikah putri kedua mu??" Cheng Yi mengangkat sudut bibirnya sekilas, mendengus pelan.
"Putri pertama ku juga akan menikah!"
"Dan aku yang akan menikahi putri pertama mu!!" Lanjut Cheng Yi.
"Apaaa???" Tanya Houlong tak percaya.
"Zhu Xi,..."
"Itu benar ayah, aku akan menikah dengan nya." Potong Zhu Xi dengan cepat, seolah tau isi pikiran ayah nya.
"Zhu Xi apa kau sadar??"
"Kau Putri tertua keluarga Xiao,kau tidak pantas menikah dengan orang yang tidak jelas statusnya!!" Lanjut Houlong, Zhu Xi tersenyum ketir, kenapa ayahnya selalu melihat status seseorang tapi tidak dengan hatinya??
"Apa aku benar putri tertua keluarga Xiao??jika memang benar, kenapa orang tidak mengenal ku saat aku berada di luar,
?? dan kenapa orang memperlakukan ku secara tidak adil?? Dan malah memperlakukan Yexi layaknya seorang ratu??" Tanya Zhu Xi bertubi tubi.
"Aku tidak peduli statusnya, aku hanya ingin menikah dengannya, ayah!" Zhu Xi menghempaskan tangan Yexi dengan kasar, dan berdiri di samping Cheng Yi.
Cheng Yi mengusap telapak tangan wanita di sampingnya.
"Kau bilang putri mu tidak pantas menikah dengan pria yang tidak jelas statusnya?? Baiklah kau mungkin tidak tau apa status ku, karena kau belum pernah melihat aku di dunia bisnis."
"Aku akan meminjam putri mu untuk hari ini" Lanjut Cheng Yi.
"Ah 1 hal lagi, calon menantu mu akan mengadakan konprensi pers 1 jam lagi, akan ada tontonan menarik dari keluarga Lu." Cheng Yi membisikan sesuatu, lalu pergi dengan menggenggam tangan Zhu Xi di samping nya.
"Kita, mau pergi kemana??" tanya Zhu Xi, namun tidak ada jawaban dari Cheng Yi, menghela nafas pelan, dan memejamkan mata sesaat.
Sebenernya pria apa dia ini??apa aku tidak salah memilih dia?? Apa dia orang yang bisa diandalkan?? Apa dia cukup baik?? Pikiran Zhu Xi di penuhi banyak pertanyaan.
Cheng Yi menatap wanita di sampingnya, wanita cantik dengan badan ramping, kulit putih pucat, tanpa ada bekas luka, bulu mata yang lentik, pipi yang chubby, serta bibirnya yang mungil dan merah ranum. tangan nya terulur saat melihat bekas luka di sudut bibirnya, Cheng Yi mengambil obat P3K, lalu mengoleskan salep ke bibir merah Zhu Xi.
"Apa yang anda lakukan tuan??" Zhu Xi tiba tiba bangun, memegang tangan Cheng Yi.
"Tidak ada." Jawab Cheng Yi, sambil menepis tangan Zhu Xi.
"Kita sampai tuan."Darren membuka pintu tuan nya.
"Kita fitting baju."Ucap Cheng Yi seolah tau isi pikiran Zhu Xi
"Kau bahkan tidak memberi tahu ku harinya kapan." jawab Zhu Xi
"Dalam 3 hari, kau sudah menjadi istriku." Cheng Yi menggenggam tangan Zhu Xi untuk masuk, sedangkan Zhu Xi masih membelalakkan matanya, 3 hari?? Secepat itu??
"Ada apa??"tanya Cheng Yi, yang melihat Zhu Xi diam dari awal masuk butik.
"Tuan, sebenarnya anda ini orang seperti apa??" Tanya Zhu Xi sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu??" Cheng Yi menyesap teh di tangan nya.
"Tidak, hanya saja orang lain membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyiapkan pesta pernikahan, dan kau..."
"Aku tidak suka di tunda²" potong Cheng Yi dengan cepat, Zhu Xi Hanya mengangguk paham, tak mengatakan apa pun lagi.
"Apa kau kepikiran perkataan ayah mu tentang status??"tanya Cheng Yi, Zhu Xi menggeleng kuat, bagaimana mungkin ia mempedulikan status sosialnya seseorang.
"Aku hanya penasaran, kau ini orang seperti apa, dan supir mu juga terus memanggil tuan." Jelas Zhu Xi
"Kau tau Channy's corp??" Tanya Cheng Yi, Zhu Xi mengangguk, dia tau Channy's corp adalah perusahaan yang sangat sukses di negara C.
"Aku adalah pimpinan Channy's corp, Cheng Yi." Mata Zhu Xi sukses membulat, Cheng Yi?? pimpinan Channy's corp?? Tidak, dia tidak percaya!
"Aku berniat untuk tidak memberitahu mu, tapi mengingat kau akan menjadi istriku, aku harus memberitahu mu."
"Apa yang kau katakan itu benar??"
"Cheng Yi, pimpinan Channy's corp, idaman wanita di negara C??" Tanya Zhu Xi, Cheng Yi yang mendengarnya tertawa karena menurutnya itu lucu.
"Ternyata rumor itu tidak pernah salah." Lanjut Zhu Xi.
"Kau bilang, kau tidak akan memandang status sosial seseorang, dan sekarang kau sudah tau status ku, mungkin kau merasa aku adalah orang yang berstatus tinggi, tapi percayalah aku hanya membutuhkan orang seperti mu untuk selalu berada di sisiku, kau paham??" Tanya Cheng Yi sambil menatap Zhu Xi lekat, Zhu Xi mengangguk pelan.
"Ya aku paham."