"Apa yang akan di lakukan keluarga Lu??" tanya Zhu Xi saat mengingat perkataan Cheng Yi tentang konprensi pers keluarga Lu.
"Apa kau masih peduli pada keluarga mantan pacar mu??"tanya Cheng Yi, Zhu Xi menggeleng dengan cepat.
"Untuk apa aku peduli." Jawabnya.
"Tuan, yang anda inginkan sudah siap." Seorang pekerja menghampiri Cheng Yi.
Cheng Yi mengangguk pelan.
"Nona, mari ikut saya." Pekerja itu menghampiri Zhu Xi dan mempersilahkan nya untuk masuk ke ruang ganti.
20 menit telah berlalu, Cheng Yi keluar ruangan menggunakan balutan tuksedo putih, membuatnya semakin tampan, Zhu Xi keluar ruangan dengan balutan gaun pengantin bergaya Cinderella, seperti di negeri dongeng, namun itu kian membuatnya semakin cantik.
Cheng Yi menghampiri Zhu Xi, mengulurkan tangannya, Zhu Xi menerimanya, mereka seolah berjalan di altar pernikahan.
Mereka benar² cocok
Tidak peduli status wanita itu, mereka benar serasi
Aku mendoakan pernikahan mu tuan!!
Begitulah ucapan para pekerja, Zhu Xi tersenyum tipis, tak menyangka dia akan menikah dengan pria asing yang baru bertemu dengannya 2 kali.
Darren melihat tuan nya dari kejauhan, ia benar² tak menyangka tuan nya benar² menikah, itu artinya ia akan segera mempunyai nyonya masa depan!!
Zhu Xi dan Cheng Yi kembali mengganti baju nya, dan bersiap untuk pulang.
"Aku harus pergi ke kantor, Darren akan mengantar mu pulang"
"Aku akan pulang sendiri, kalian bisa kembali." Zhu Xi mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online.
"Biarkan aku..."
"Tidak, kalian tenang saja, hari ini aku akan pulang ke apartemen, tidak ke rumah utama." Potong Zhu Xi dengan cepat.
"Kau punya apartemen??" Tanya Cheng Yi, Zhu Xi hanya mengangguk.
"Ya! Apartemen kecil, aku akan tinggal disana untuk beberapa hari, sampai hari pernikahan tiba."
"Bagus! Gadis pintar, kau tidak boleh membiarkan orang²itu terus menyiksa mu!" Cheng Yi mengacak rambut Zhu Xi pelan, membuat rambutnya berantakan.
"Kau!!" Zhu Xi mempoutkan bibir nya kesal.
"Hahaha, kau ini sangat lucu." Cheng Yi tertawa pelan melihat tingkah wanita di depannya yang sedang salting.
Darren menatap tuan nya dengan merinding, oh Astaga! Ini bukan mimpikan melihat tuan nya tertawa karena tingkah seorang wanita, tuan nya yang biasa bersikap dingin, kejam, tak berperasaan, bisa tertawa!
"Baiklah aku sedikit lega kau tidak akan kembali ke rumah utama Xiao, tapi aku juga akan mengirimkan staff keamanan untuk berjaga disekitar apartemen mu." Perintah Cheng Yi, Darren langsung mengeluarkan ponselnya, menelpon keamanan.
"Ti..."
"Tidak ada penolakan!" Ucap Cheng Yi.
"Baiklah, aku harus pergi sekarang." Cheng Yi melangkah kan kakinya masuk mobil, Zhu Xi menatap punggung Cheng Yi, ada perasaan lega di hatinya, lega karena pria itu bisa diandalkan.
Zhu Xi memesan taksi online dan langsung menuju apartemen kecilnya.
"Aku kembali..." Ucap nya lirih, Zhu Xi menelisik setiap sudut ruangan nya, banyak benda berdebu karena sudah terlalu lama di tinggal.
Seperti saat ini, Zhu Xi membuka kamarnya dan membersihkan setiap sudut ruangan.
"Zhu Xi, calon suami mu berstatus tinggi, kau tidak boleh mempermalukannya apa lagi membuat masalah depan keluarga nya, kau harus menjadi wanita smart yang bisa melakukan apapun, kau pasti bisa, semangat Xiao Zhu Xi!!" Zhu Xi menyemangati diri sendiri sambil membersihkan ranjang nya.
Zhu Xi mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu, sambil mendongakkan kepala, matanya terpejam di temani alunan musik jazz.
"Setidaknya disini telinga ku bisa mendengar musik, tanpa berdengung karena tamparan." Gumam nya.
Ponselnya bergetar, Zhu Xi mengernyitkan dahi nya saat sebuah nomor asing mengirim pesan.
0 xxx xxxx
Zhu Xi
Zhu Xi
Xiao Zhu Xi
Ini aku
Xiao Zhoyue
Kakak??
Ya, ini aku
Kakak mu
Kakak Yue!!
Zhu Xi
Bagaimana kabarmu??
Aku baik²saja
Kakak, bagaimana??
Cepatlah pulang
Aku akan segera pulang
Aku dengar kau akan
Menikah??
Ya, aku akan
Menikah
Kau menikahi siapa??
Apa pria itu baik??
pria itu sangat
Baik
Baguslah, Lu Chen
Memperlakukan mu
Dengan baik.
aku tidak menikah
Dengan nya
Lalu??
Aku menikah dengan
Pria dari
Keluarga Cheng
Cheng??
iya
Beberapa menit menunggu, tapi tak ada balasan, Zhu Xi menyimpan ponselnya, mengambil handuk, namun niat nya terhenti, bel apartemen nya berbunyi.
"Cari siapa??" Tanya Zhu Xi saat melihat 2 orang pria bertubuh besar, menggunakan pakaian serba hitam.
"Anda nona Xiao Zhu Xi??" Tanya salah seorang di antara mereka, Zhu Xi menganggukkan kepala heran.
"Tidak, kami hanya ingin memastikan Anda baik² saja." Ucap pria berambut cokelat.
- astaga dia benar² mengirimkan keamanan.
Zhu Xi hendak masuk ke kamar mandi, namun kembali terhenti saat melihat kalender di dinding, setelah diingat, sudah lama ia tidak masuk kampus, bukan tanpa alasan, melainkan ayah nya yang mungkin sudah menyuruh pihak sekolah untuk mencabut beasiswa nya.
"Setelah ibu pergi, semuanya berubah, ayah menjauhkan ku dan mengirim kakak untuk bersekolah di luar negeri." Ucap Zhu Xi lirih, tangan nya membuka laci, terulur untuk memegang foto keluarga yang sangat usang.
"Baiklah, yang lalu biarlah berlalu, bagaimana pun juga, aku ingin ibu tenang disana, tidak usah khawatir aku baik²saja disini Bu..." Zhu Xi mengusap air matanya kembali, berdiri kemudian pergi ke kamar mandi.
"Kamchagiaa!" Zhu Xi terkejut saat melihat Cheng Yi sedang asyik menonton tv di ruang tamu di temani Darren di sampingnya dan juga beberapa cemilan.
"Apa yang tuan lakukan disini??" tanya Zhu Xi sambil menatap nya heran.
"Apa aku tidak boleh datang ke apartemen calon istri ku sendiri??"
"Tidak. Maksud ku, bagaimana tuan tau alamat ku??" tanya Zhu Xi makin heran.
"Tidak sulit, mencari informasi tentang Anda nona." Ucap Darren
"Lalu bagaimana kalian bisa masuk??"
"Nona, tuan bisa meretas password." Jawab Darren.
"Lagi pula, saya sudah menekan bel beberapa kali, tapi tidak ada jawaban." Lanjut Darren.
"Aku sedang di kamar mandi, tidak bisakah kalian menunggu sebentar??"
Cheng Yi melirik jam tangannya, kemudian melirik Zhu Xi dan mengangkat Jam tangan nya.
"Aku datang kesini tepat jam 18.00, dan sekarang sudah jam 20.30 itu artinya kau sudah berada di kamar mandi selama 1 jam 30 menit, dan kau bilang itu sebentar?? Sebenarnya apa yang kau lakukan??"
Zhu Xi hanya terkekeh pelan.
"Sudah lah, duduk, aku bawakan makan malam untuk mu." Cheng Yi menarik tangan Zhu Xi pelan, Zhu Xi menatap makanan di Depannya, menggiurkan!!
"Apa aku boleh makan semuanya??"tanya Zhu Xi, Cheng Yi mengangguk pelan.
"Habiskan."
"Bagaimana dengan tu,..."
"Aku dan Darren sudah makan." Potong Cheng Yi dengan cepat.
"Apa kau sudah melihat konprensi pers keluarga Lu??" Tanya Cheng Yi, Zhu Xi menggeleng kepala nya.
"Aku melupakan nya, konprensi pers?? Apa keluarga Lu sedang dalam masalah??" Tanya Zhu Xi lebih lanjut.
"No, no, no saham keluarga Lu anjlok itu bukan masalah." Jawab Cheng Yi sambil menatap Zhu Xi yang sedang mengunyah makanan.
"Lalu?? Bukan kah penurunan saham sangat berpengaruh??" Setau Zhu Xi saham sangat penting, karena jika saham anjlok perusahaan terancam bangkrut.
"Tentu saja, jika para pemegang saham tidak mendukungnya, perusahaan itu akan bangkrut." Jelas Darren sambil mengunyah kripik di tangan nya.
"Kau tau siapa yang melakukannya??" Tanya Cheng Yi, Zhu Xi menghela nafas pelan, lalu menggeleng, dia tidak tau apa pun, bagaimana mungkin bisa mengetahui siapa pelaku yang mencurangi keluarga Lu.
"Saudara laki² mu,Xiao Zhoyue." bisik Cheng Yi, Zhu Xi sukses membelalakkan matanya.
"Itu tidak mungkin!"
"Keluarga Lu sengaja menyerang perusahaan kakak mu, dan sekarang kakak mu melakukan penyerangan balik." Ucap Cheng Yi.
"Apa yang telah dilakukan keluarga Lu??" Tanya Zhu Xi penasaran.
"Menjual saham kakak mu secara ilegal."
"Aku ingin melihat konprensi pers nya." Zhu Xi mengambil remote tv, tapi Cheng Yi mengambil nya.
"Itu semua sudah berakhir, habiskan makanan mu." Cheng Yi menyimpan remote ke tempat yang lebih tinggi.
"Apa yang anda lakukan tuan??" Tanya Zhu Xi saat melihat Cheng Yi menyimpan remote di atas lemari.
"Menyimpan remote ini, Supaya kau tidak melihat nya." Jawab Cheng Yi, Darren menatap tingkah tuan nya yang menurutnya sangat aneh hari ini.
"Aku hanya ingin melihat lebih rinci." Jawab Zhu Xi.
"Kau ingin melihat mantan pacar mu secara rinci??"
Zhu Xi menatap pria di depannya,hei untuk apa dia melihat mantan pacarnya, dia hanya ingin tau problematika yang terjadi.
"Hahaha tuan hahaha." Tawa Darren pecah saat mendengar perkataan tuan nya.
"Tuan, apa cemburu melihat nona menonton mantan pacar nya??" Tanya Darren di sela tertawanya.
"Kau!!" Cheng Yi menatap Darren kesal, namun Darren mengacuhkan nya. Mungkin dia harus berterima kasih pada Zhu Xi karena telah menciptakan suasana baru, Jika dia dan tuan nya berada di ruang yang sama maka suasana terasa dingin, berbanding terbalik dengan sekarang.
"Hentikan, lagi pula aku tidak akan menonton apa pun." Ucap Zhu Xi sambil membereskan meja ruang tamu nya.
"Tuan kau tidak akan pulang??" Tanya Zhu Xi sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 22.30
"Apa aku boleh menginap??"
"Tidak ada kamar kosong, lagi pula ini bukan hotel untuk tempat orang menginap." Jawab Zhu Xi.
"Tuan, Di luar hujan deras." Ucap Darren dengan mengintip di jendela.
"Nona, kami berdua tidak bisa mengendarai mobil saat hujan." Jelas Darren, sambil menatap Zhu Xi.
"Baiklah tunggu hujan nya reda."
Zhu Xi berdiri untuk menyalakan penghangat ruangan.
"Tuan aku akan kembali ke lobi." Darren berdiri, mengambil kunci mobil pergi ke lobi apartemen.
Cheng Yi merapatkan duduknya, mendekati Zhu Xi, memeluknya erat, Zhu Xi yang masih belum siap, sedikit terkejut.
"Tuan,..."
"Ssst aku hanya kedinginan, biarkan aku seperti ini sebentar saja." Ucap Cheng Yi, Zhu Xi hanya menurut, membiarkan pria itu dalam pelukannya, sangat hangat.