Bab 33

1684 Words

“Ini rumah ada penghuninya enggak si?” Dhita bertanya pada dirinya sendiri, ketika melihat area sekitarnya sepi seperti tak berpenghuni. Kakinya melangkah pelan, pandangannya beredar ke segala arah. Bosan sekali terus-menerus berada di dalam kamar. Menunggu telepon dari Daniel yang tak kunjung muncul. Jangankan telepon, satu pesan saja tak muncul hari ini. Daniel sudah memberitahunya, seminggu ke depan pria itu akan susah dihubungi. Ya, dia tahu itu. Namun dia masih berharap Daniel akan meneleponnya hari ini. Sesampainya di dapur Dhita melihat Aletha sedang memotong sayuran. Pandangan Aletha bukan ke sayuran yang dipotong, melainkan lurus ke depan—tatapan kosong. Perlahan Dhita menghampiri ibunya. Berdiri tepat di sampingnya. Kehadiran dirinya masih tidak disadari oleh Aletha. Wanita itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD