Bab 32

1754 Words

Agam datang ke rumah Dhita, membawa buah-buahan dan juga roti kesukaan Dhita. Tujuan Agam bersiap sepagi ini untuk menjenguk Dhita terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Orang tua Dhita sangat baik, menyambut kedatangannya. Namun tidak dengan Dave, yang memberikannya tatapan intimidasi. Meski berkali-kali dia berjumpa dengan Dave, pria itu selalu lupa namanya. Menganggap seolah Agam ini pria asing yang baru kemarin mengenal Dhita. Sampai rumah, Aletha—ibu kandung Dhita—mengajaknya sarapan bersama. Agam melongok ke segala arah, mencari keberadaan Dhita. Awalnya Agam menolak, beralasan sudah sarapan di rumah. Namun Aletha tidak mempercayainya. Sudah menjadi kebiasaannya tidak sarapan, sedari kecil memang seperti itu. Itulah mengapa Aletha tahu. “Kemarin Dhita main hujan-hujanan, jad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD