BAB 27

2082 Words

Seperti hari biasanya, Angga terbangun lebih dulu. Dia mengamati wajah istrinya dengan tatapan memuja dan sayang. "Byan, uda mau shubuh. Mau bangun jam berapa?" Angga bersuara dan menyibak beberapa helai rambut yang menutupi kening istrinya. Sebelah tangan Angga menopang kepalanya. "Ini jam berapa?" Nara mengerjapkan mata dan mengulet tubuhnya. "Mau jam 4. Bangun yuk!"  Nara membuka mata dan memberikan senyum kepada suaminya. "Mas...Nara mau tanya, tapi mas jangan marah ya?!" "Kamu mau minggat lagi?!" Angga bertanya mengernyitkan dahi. "Bukan itu....." jawab Nara terkekeh mendengar kekuatiran suaminya. "Tanya apa?"  "Dulu waktu sama istri mas yang pertama, kalian sering ribut?" "Nggak! Malah nggak pernah ribut. Sekali ribut karena ucapannya yang minta pisah." "Jadi Nara kekanak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD