“Iya betul sekali, semua sudah di siapkan disini! Ibu tenang saja, dan karena ini mendadak calon pengantin bisa kesini hari ini gak bu! Soalnya kami harus mengukur badan pengantin agar nanti baju yang di gunakan pas tidak kebesaran!” jelas salah satu staff.
“Oh baiklah! Bisa kok! Nanti saya hubungin mereka buat datang kesini! Yasudah kalau seperti itu, saya pamit dulu!” kata Elysa beranjak dari tempat duduk.
Begitu bangun dari sofa, Elysa mencari Reuz yang tadinya bermain di dekat Elysa namun sekarang tidak terlihat di sudut ruangan, Elysa panik begitu juga dengan staff yang menemani Elysa tadi.
“Ada yang bisa do bantu bu?” tanya staff tersebut.
“Cucu saya gatau dimana? Tadi disini padahal!” ucap Elysa terburu-buru.
“Yaudah bu, saya bantu cari, dan saya coba bantuan staff lain! Bisa beritahu ciri-cirinya bu?!” tutur staf tersebut.
“Oke-oke tingginya sekitar 90 cm, memakai baju kemeja pendek polos dan celana lepis pendek, pake sepatu! Badannya berisi!” tutur Elysa.
“Baiklah bu!” papar staff.
Elysa mencari kesana-kemari juga di bantu beberapa staff disana, tidak lama kemudian salah satu staff melihat Reuz berada taman hotel melihat air mancur dan ikan di dalam kolam.
Melihat anak dengan ciri-ciri yang di sebutkan Elysa tadi membuat staff tersebut langsung menghampiri Reuz.
“Reuz!” panggil salah satu staff.
Reuz menengok karena namanya di panggil namun Reuz tidak mengenali orang tersebut.
“Om siapa?!” tanya Reuz.
“Om temen omah kamu! Kamu ngapain disini Reuz, omah nyariin!” ujar staff tersebut.
“Liat air mancur sama ikan om!” jawab Reuz.
“Yaudah masuk yuk! Kita tunggu omah di dalem! Disini panas!” ajak staff tersebut.
Reuz hanya menurut dan kini Reuz ada di lobi duduk di sofa menunggu omahnya.
Setelah beberapa menit Reuz duduk di sofa yang ada di lobi, akhirnya Elysa datang dengan terburu-buru, karena khawatir cucunya hilang.
Begitu menemui cucunya Elysa langsung mengajak Reuz pulang, namun Reuz menolak di ajak pulang.
“Ayo Reuz pulang!” ajak Elysa.
“Ih omah Reuz gamau pulang! Reuz bosen di rumah! Gak ada temen omah!” protes Reuz.
“Yaudah nanti main! Tunggu Inaya pulang!” papar Elysa.
“Ah lama omah! Mau sekarang! Kemarin gak jadi main sama papah! Sekarang Reuz mau main!” papar Reuz.
“Ya mau main kemana kamunya tuh! Ya kemaren kata papah Reuz sama kaka tidur! Yaudah nanti ya tunggu papah pulang aja! Nanti ajak papah main!” ucap Elysa.
“Ah gamau omah! Yaudah kita ke kantor papah aja sekarang!” ajak Reuz.
“Tapi papah kan lagi kerja Reuz, percuma kesana juga!” bantah Elysa.
“Ya gapapa omah! Kita tunggu di ruangan papah aja! Reuz janji gak nakal! Gak bikim omah nyari-nyari Reuz lagi suer!” papar Reuz dengan polosnya sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
“Hmm, yaudah janji ya! Awas aja kalau gak tepatin janji! Omah gamau lagi nurutin Reuz!” ucap Elysa.
“Iya janji omah!” jawab Reuz.
Akhirnya setelah diskusi bersama bocil yang menggemaskan ini Elysa dan Reuz pergi ke kampus tempat Riond mengajar, Reuz hanya menyayi sepanjang perjalanan sambil melihat ke luar jendela.
Tidak terasa Reuz dan Elysa sampai di kampus, langsung saja Elysa membawa Reuz ke ruangan Riond, dan Riond yang di gandeng hanya mengikuti langkah Elysa.
Tentunya saat Elysa sampai di ruangan Riond, tidak ada siapapun di ruangan Riond, Elysa hanya duduk di sofa sambil menonton film dan Reuz hanya bermain sendiri sambil di awasi oleh Elysa.
Namun Reuz merasa bosan karena hanya berdiam diri di ruangan kurang lebih sudah 1 jam lamanya, membuat Reuz merengek kepada Elysa untuk pergi keluar ruangan.
“Omah! Reuz bosan disini! Keluar aja yuk!” ajak Reuz.
“Eh kan udah janji mau anteng di sini! Kata omah tadi apa coba tadi? Inget gak!” papar Elysa.
“Ya tapi lama omah! Reuz tuh bosan! Gak ada mainan juga!” kekeh Reuz.
“Yaudah tunggu aja! Tepatin omongan Reuz tadi! Kalau gak! Omah gamau lagi nurutin Reuz!” ucap Elysa tegas.
Reuz yang mendengar ucapan seperti itu di lontarkan oleh omahnya sendiri tidak bisa melakukan apapun! Hanya diam membisu dan melanjutkan kembali bermain mobil-mobilannya dengan bosan.
Hingga waktu tak terasa kini sudah menunjukan pukul 12.00 wib, Riond juga sudah selesai mengajar dan hendak pergi ke parkiran namun Riond teringat isi pesan whatsaap Elysa yang berisikan.
Bahwa Elysa dan Reuz menunggu Riond di kantornya, kemudian Riond pergi ke kantornya untuk menemui Elysa.
Begitu masuk ke ruangan Riond langsung menanyakan ada perihal apa yang membuat Elysa harus ke menghampiri Riond ke kantornya lagi dan lagi.
“Kenapa mah! Apa yang membuat mamah kemari?” tanya Riond malas berbasa-basi.
“Tuh liat kelakuan anakmu!” sambil menunjuk ke arah Reuz.
“Kenapa lagi Reuznya! Selama ini juga omah bisa-bisa aja ngurus dia!” ucap Riond.
“Iya memang! Cuman tadi dia merengek minta ke sini! Gatau mau apa dia!” jelas Elysa.
Mendengar pengaduan dari Elysa membuat Riond menghela nafas lelah, dan menghampiri Reuz yang sedang bermain mobil-mobilan di lantai.
“Reuz! Kenapa Reuz bikin omah repot?” tanya Riond lembut.
“Gak kok pah! Reuz cuman bosan di rumah! Terus ngajak omah kesini! Disinu juga Reuz gak nakal kok! Reuz cuman duduk aja main mobil! Gak kemana-mana!” jelas Reuz.
“Sayang main mobilmah kan bisa di rumah! Omahnya kasian tuh cape!” ujar Riond sambil mengelus kepala Reuz.
“Reuz pulang ya sama omah! Sekalian jemput kakak Inaya gih! Kan nanti ada temennya! Reuz gak sendirian!” bujuk Riond.
“Gak mau pah! Papah kemaren ka janji mau ngajak Reuz sama kakak main timezone!” tagih Reuz.
“Hmm Reuz papah sekarang harus kerja sayang! Mainnya nanti lagi aja ya!” papar Riond.
“Gak mau pah! Yaudah kalau papah gamau, biar Reuz pergi sama kak Putri aja!” ucap Reuz protes.
Rasanya kepala Riond ingin pecah, mengapa hari ini tidak berjalan sesuai rencana.
“Hmm yaudah ayo kalau gitu! Papah anterin!” ucap Riond dengan berat hati.
“Mah, mamah pulang aja! Biar Reuz sama Riond!” papar Riond.
“Yaudah oke kalau begitu! Oh iya kamu sama Putri jangan lupa dateng ke hotel, mamah udah pesen semua! Dan kamu sama Putri tinggal pilih aja mau gaun yang kayak gimana!” jelas Elysa.
“Yaudah oke! Riond pergi dulu!” pamit Riond.
Riond langsung pergi menuju parkiran sambil mengendong Reuz untuk mempersingkat waktu.
Sesampai di parkiran Riond melihat Putri yang tampaknya sudah menunggu dirinya.
Begitu sampai mobil Riond langsung membuka kunci mobil dan langsung mmasu, Riond menyerahkan Reuz yang di gendongnya kepada Putri.
“Reuz nagih janji pengen pergi main ke timezone sama lu!” jelas Riond.
“Pake sabuk pengaman lu!” ucap Riond memberitahu.