“Aku tau selama ini kamu merasa kesepian karena aku nggak pernah menyentuhmu, kan? Kamu ingat baik-baik! Andai di dunia ini hanya tinggal satu wanita aja yaitu kamu, aku tetap nggak akan sudi untuk menyentuhmu karena kamu itu nggak ada bedanya dengan penghibur di pinggir jalan yang sedang menjajakan tubuh hinamu ini,” tutur Reihan sambil menatap Ana dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan yang meremehkan. Lagi-lagi Ana dibuat tercengang dengan perkataan suaminya. Kali ini semua ucapan Reihan tidak hanya merendahkannya, tapi juga telah menginjak-injak harga dirinya. Selama menjadi istri seorang Reihan Pangestu, dia memang tidak pernah sekalipun disentuh oleh suaminya. Jangankan untuk menyentuhnya, menatap saja sepertinya Reihan sangat jijik. Namun, meskipun begitu, Ana tidak

