Tangan Reihan yang sudah terkepal mungkin akan segera mendarat di rahang Dewa jika Ana tidak muncul sambil membawa nampan yang berisi minuman untuk kedua sahabat tersebut. “Mas Dewa? Tumben ke sini?” tanya Ana berbasa-basi. Perempuan yang penuh dengan kelembutan itu mencoba berusaha untuk mencairkan suasana yang sudah terlihat tegang. Ana juga melihat dengan jelas raut wajah keduanya sudah terlihat diliputi emosi. Dua sosok lelaki tampan yang pastinya banyak diidamkan kaum hawa itu tampak saling menatap dengan tatapan tajam yang saling membunuh. Namun, sayangnya mereka memiliki dua kepribadian yang berbanding terbalik atau bertolak belakang. Yang satunya bisa disebut sebagai suami idaman, sedangkan yang satunya lagi lebih tepat disebut iblis berwajah malaikat. “Eh … Ana, Mas ke si

