Usai dari kamar Aksara, Celine menuju kamar anak asuhnya. Lelaki kecil itu membuka matanya sambil tersenyum sumringah menatap babysitternya. “Selamat pagi, Dek Denim? Semalam mimpi indah ya?” tanya Celine yang mendekat. Ia membuka gorden kamar, sehingga sinar mentari yang baru beranjak itu pun masuk ke ruangan. Lalu duduk di bibir ranjang bersprei superhero dan mencium dahi anak asuhnya. “Ganteng banget muka bantalnya. Masih wangi pula.” “Ate, main,” ucap Denim sambil menunjuk permainannya yang tersimpan rapi di rak. Celine menggeleng, "Enggak sekarang ya! Kita mandi dulu. Lalu mamam. Habis itu main. Ok.” Denim terdiam, mengikuti perintah babysitternya. Turut menurut dengan apa yang diperintah. “Angkat tangannya,” ucap Celine dengan nada tegas bak seorang komandan kepada bawahannya.

