“Celine, minumnya sudah cukup,” ucap Aksara yang menyadarkan lamunan gadis itu. “Eh, iya, Tuan, maaf.” “Kamu nggak pengen ikut renang?” “Mbak Celine nggak bisa renang, Tuan,” ucap Bima yang menyaut. Kedua lelaki kecil itu berenang mendekat ke arah kakak perempuannya. “Mbak Celine, kami juga minta minumnya dong,” ucap adiknya itu. “Iya, sini, sekalian makan cemilannya,” ucap gadis berambut panjang sambil mengangkat tas kresek yang berisi makanan. “Segede ini nggak bisa renang?” tanya Aksara. “Dulunya bisa, Tuan. Tapi mbak Celine pernah tenggelam jadinya trauma.” Lagi-lagi adik Celine lah yang menyaut. “Kata orang tua jaman dulu, nyawa Mbak Celine tuh kayak kucing, sudah mati balik lagi,” imbuh Baim. “Hust, kalian!” Kedua adiknya tersenyum. Mereka turut duduk di pinggir kolam samb

