|Part 36|

2046 Words

Sound. Suara hati itu datang tanpa rekayasa. Apartemen CAPS lantai 8, kamar nomor A0633 sangat heboh. Berisik dan memusingkan. Tetangga pasti pada ngeh dan mengeluhkan keributan itu. Peta kedatangan tamu yang suaranya menggelegar. Bukan soal bernyanyi atau gimana, tapi tukang gosip yang ngebet ngomong tanpa mau mendengarkan. Begitulah pertemanan Peta. Semua ngomong gak ada yang mau dengerin. Ini memang aneh, tapi Peta bisa menerimanya dengan senyum merekah di wajahnya. Mereka hanya bisa terkagum-kagum dengan keadaan apartemen yang mewah itu. Sungguh luar biasa. Ketimpangan sosial terlihat jelas di sini. Peta jauh lebih kaya daripada Ammi yang gajinya dua digit. Dia juga lebih kaya daripada Suhendi yang bekerja di bawah kementerian dan digaji luar biasa. Peta lebih besar daripada itu. Say

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD