bagian 42

413 Words
Tanya membawa anaknya untuk menginap kerumah orang tuanya, dia tidak ingin masalahnya membuat anaknya tahu. "Tan, mana fellia,mengapa kamarnya kosong?" Ardi bertanya pada istrinya tanpa ekspresi, "aku membawa dia ke rumah ibuku, dia masih kecil Ar, bahkan dia tidak seharusnya mendengar kata-kata yang tidak pantas untuk dia dengar" Tanya menjawab dengan penuh dengan suasana hati yang tidak baik, saat itu sudah menunjukkan pukul 7 malam, karena Vivi sangat kaget di pecat oleh Adrian , dia ingin menenangkan diri ,dia ingin ke salo,ingin shopping, kebetulan tempat perbelanjaan di sana sangat ramai, setelah berbelanja dia lalu ke meja kasir untuk membayar, "maaf nona,kartu anda di tolak ," kata petugas kasir, Vivi"..." "loh,mana mungkin mas,itu masih banyak loh saldonya! mas jangan asal ngomong ya" Vivi menjawab dengan kesal ,dia juga malu karena baru kali ini kartunya di tolak saat melakukan transaksi. "benar nona,saya sudah mengulang-ulang untuk mencobanya, tetap di tolak" kata petugas itu lagi. " nona,jika anda tak punya uang,mohon untuk pindah dari sana,kami sudah agak lama menunggu, anda juga jangan terlalu ingin bergaya jika memang tak memiliki banyak uang,mohon anda menyingkir dari sana" kata seorang lelaki yang juga ingin membayar, tetapi karena sangat lama dia menjadi kesal. mau tidak mau Vivi akhirnya menuju ATM untuk menarik beberapa uang , selesai membayar ia langsung pulang ke tempat kost, dia sangat kesal hari ini. sampai di kossannya, dia lalu menelepon ayahnya,. "halo ayah, apakah ayah sudah membuat kartu aku tak dapat di gunakan? " tanya Vivi pada ayahnya, "iya vi, jika kamu bersih keras masih ingin tinggal di kota itu,jangan salahkan ayah, jika besok-besok kamu hanya akan menjadi gembel di kota itu.". Vivi sangat terkejut mendengar pernyataan ayahnya, sepertinya kali ini dia tidak akan mendapatkan apapun dari ayahnya lagi, "Vivi, kamu sudah akan memasuki usia 30an ,tetapi mengapa sikap kamu tak lebih dari anak yang masih berusia 15 tahun, jika memang kamu tidak bisa mendengar apa yang ayah katakan kamu tahu sendiri jika ayahmu ini bukan orang yang mudah di provokasi,ayah bahkan bisa menghapus kamu dari KK sekarang!" ah,, Vivi sangat terkejut,dia bahkan akan di tendang keluar dari keluarganya? "ayah,,,," Vivi berteriak di ujung teleponnya, dia baru kali ini menangis hingga membuat matanya bengkak, Vivi tidak mungkin menolak apa yang ayahnya inginkan , dia harus berkemas sekarang takut dia benar-benar akan di tendang keluar oleh ayahnya, dia tidak ingin menjadi gembel,lagi pula dia sudah merasa puas dengan apa yang dia lakukan pada istri Ardi saat itu, bahkan Vivi masih mendendam pada Adrian karena tidak bisa mendapatkan hatinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD