fellia yang berada di dalam kamarnya,sedikit terkejut mengapa tidak,dia belum pernah mendengar orang tuanya ribut sampai seperti itu.
Tanya hanya merasa dadanya sangat sesak saat itu, dia lalu masuk kemar anaknya fellia, Tanya tidak ingin anaknya tau tentang masalah mereka. Tanya ingin mengajak anaknya untuk menginap ke rumah neneknya,
"fellia sayang,sekarang kita ke rumah nenek ya,fellia sudah lama tidak ke sana fellia mau lihat nenek"? Tanya membelai rambut anakknya sambil bertanya padanya. "apakah mama juga ikut? fellia memang rindu sama nenek,tapi fellia takut jika hanya sendirian" fellia menjawab ibunya dengan sedikit takut, anaknya baru beberapa tahun tetapi sudah berusaha menjadi anak yang tidak ingin di manjakan orang tuanya,
"mama pasti ikut sayang,cuman setelah kita sampai di rumah nenek ,mama harus kembali ke sini dulu,mama mau minta izin pada guru sekolah kamu nantinya" kata Tanya yang terpaksa berbohong, Tanya hanya ingin agar dia dan Ardi bisa menyelesaikan masalah.
"baiklah Bu,ayok kita berangkat"! fellia sudah mengemasi baju yang akan dia bawa ke rumah neneknya,
di depan rumah,setelah arsi mendengar kata-kata istrinya,dia berubah menjadi gugup, si tambah lagi dia teringat dengan kata-kata Adrian, "Vivi,wanita ini ternyata tidak bercanda ya,"
Ardi lalu mengambil teleponnya dan menelepon seseorang,
" halo om, sepertinya anak om Vivi sudah sangat keterlaluan pada keluarga saya, jangan salahkan saya om jika dalam beberapa hari ini om akan mendengar kabar anak om yang semata wayang itu hilang atau lebih parah dari itu?" arsi ternyata menelepon ayah Vivi, " maksud anda apa ya? apakah ini suatu ancaman bagi saya ,atau hanya sekedar peringatan agar Vivi bisa pulang?" ayah Vivi malah dengan santai menjawabnya.
"dulu,anda sendiri yang menolak saya untuk menikah dengan Vivi,karena saya adalah orang yang kekurangan, tetapi saat ini vivilah yang seperti parasit,setiap hari dia terus mengganggu saya, bahkan dia sudah berani mengancam saya akan memberi tahukan pada keluarga saya tentang hubungan kami dulu apakah itu tidak sangat keterlaluan"! Ardi sedikit berteriak di dalam telepon, ayah Vivi seketika menegang, bagaimana bisa, selama ini dia tidak tau tentang kelakuan anaknya yang sudah kelewat batas, "mohon maaf nak Ardi,saya kira selama ini dia hanya bermain-main saja, saya tidak menyangka dia sampai senekat itu! saya akan pastikan dua hari lagi dia pasti akan kembali ke kota S,anda jangan khawatir" ayah Vivi mencoba meyakinkan Ardi tentang anaknya.
walau bagaimanapun, dia adalah seorang ayah, dia tentu punya rasa khawatir dengan anai,dia juga merasa bersalah karena selam ini,dia tidak terlalu memerhatikan anaknya itu.
ke esok kan harinya,Vivi masih bersantai,untuk kekantor, tetapi saat tiba di kantor, dia si kejutkan oleh orang yang berada di ruangan Adrian, "anda siapa tuan? saya adalah sekertaris tuan Adrian?" tanya Vivi pada lelaki. yang sedang berdiri di samping Adrian sambil membaca fail.
"nona Vivi,maaf atas kelupaan saya,kemarin siang tepat pukul 4 sore ,anda sudah di ganti oleh bapak ini! atau lebih tepatnya anda sudah di pecat!" kata Adrian berbicara dengan santai, .