bagian 16

409 Words
malam hari saat pertama kalinya mereka berdua lagi,Ardi agak canggung mengingat yang pernah di katakan istrinya,saat mereka sedang ada di rumah pamannya. "aku harus keluar sebentar untuk mencari angin,mungkin tidak akan lama,apakah kau mau ikut bersamaku"? Ardi mengajak istrinya untuk jalan-jalan, karena selama mereka tiba di kota K,dia belum pernah mengajak istrinya untuk jalan-jalan. "aku sedang tidak enak badan(kelelahan) ,kamu pergilah sendiri" kata Tanya ,dia memang sedang tidak mood entah karena akan datang bulan atau bagaimana,dia sepertinya mendengar Ardi siang tadi sedang menelepon dengan seorang wanita."baiklah,aku keluar sebentar, apakah tidak mengapa kamu tinggal sendiri"? tanya Ardi, " aku benar-benar tidak apa,aku juga ingin beristirahat sambil membaca novelku," Tanya menjawab dengan sedikit suara yang rendah. seharusnya Ardi mengerti dengan perasaan istrinya yang masih sedikit kurang dewasa itu, dia malah nongkrong keluar bersama dengan teman-teman kerjanya, mungkin karena istrinya tidak mau ,maka dia menelpon teman-temannya untuk nongkrong dan Mabar tentunya. "jika kamu punya waktu, jalan-jalan ketempat aku dong,ajak sekalian dengan istri kamu juga" kata Roy teman arsi, " iya,tetapi saat ini dia memang sedang tidak mood, awalnya tadi aku mengajaknya untuk jalan-jalan bersama ,tetapi dia tidak mau mungkin karena dia belum terbiasa" jawab arsi pada Roy. di kota T ,Anwar kakak Tanya,sedang bertengkar dengan isterinya,entah karena masalah apa tiba-tiba dia menelpon adiknya yang saat itu ada si kota K," halo dek, tolong berikan nomor ayah dan ibu,aku ingin berbicara dengan mereka," kata Anwar, " aku tidak punya nomornya,saat ini aku ada di kota K,hampir sebulan sudah aku tiba di kota ini"! jawab tanya dengan acuh,dia dari awal tidak terlalu sedang dengan abangnya ini, saat mereka kecil bahkan dia sebagai adiknya selalu di bully oleh kakaknya itu. "oh,begitu kah,aku kira kamu hanya akan menjadi benalu di keluarga kita ..hehehe" ! Anwar menjawab dengan menghina adiknya dengan mengatakan menjadi benalu. Tanya"..." "apa maksudnya ini kak,setega itu kah kamu mengataiku, walau kamu tidak suka padaku,tetapi aku masih adikmu kak," jawab tanya dengan suaranya yang terdengar sedikit kesal,tanpa menunggu kakaknya melanjutkan kata-katanya dengan menghina Tanya langsung memutuskan sambungan telepon,Tut Tut Tut " heh..wanita ini bahkan sudah berani pada aku,dasar tidak tau di untung kamu" gumam Anwar dengan kesal. saat sedang bermain bersama temannya, tiba-tiba telepon dari Vivi sudah berbunyi, dan " ah,.. wanita ini,aku lupa untuk menghapus nomornya,sial," Ardi sedikit emosi, karena ketika panggilan berakhir dia telah kalah dari permainan,"ada apa sih Ar," tanya Roy sambil melirik Ardi yang sedang bergumam dengan nada sedikit rendah,dia bahkan terus menatap hpnya entah game apa yang mereka mainkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD